Surabaya (beritajatim.com) – Program School Food Care (SFC) di SMAN 1 Rogojampi mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, karena dinilai mampu membentuk karakter dan keterampilan hidup siswa secara nyata.
Menurut Aries, SFC bukan hanya soal pertanian sekolah atau penyediaan makanan bergizi, melainkan merupakan laboratorium pembelajaran kehidupan. Melalui program ini, siswa diajarkan nilai-nilai penting seperti tanggung jawab, kerja sama, dan disiplin melalui praktik langsung di lapangan.
“Program ini sangat vital dalam membentuk karakter murid. Mereka belajar tentang ketahanan pangan, memahami siklus alam, serta mengasah keterampilan hidup yang tidak diajarkan di dalam kelas. Ini adalah bekal yang sangat berharga untuk masa depan mereka,” ujar Aries di Surabaya, Selasa (17/6/2025).
Dalam SFC, setiap kelas bertanggung jawab atas kebun atau tanaman yang mereka kelola sendiri. Pola ini dinilai berhasil menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
Aries menambahkan, siswa juga dilatih keterampilan esensial seperti perencanaan, perawatan tanaman, pemecahan masalah saat terjadi gangguan hama atau cuaca, hingga pemanfaatan hasil panen untuk kegiatan produktif.
Ia berharap pendekatan pendidikan yang integratif ini bisa diadopsi oleh sekolah lain. Baginya, hal ini bukan hanya soal menanam. “Ini adalah bekal yang sangat berharga untuk masa depan mereka,” katanya.
Program SFC di SMAN 1 Rogojampi diharapkan menjadi percontohan (best practice) dalam mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan dan keterlibatan aktif siswa di sekolah-sekolah lain di Jawa Timur.
Sekadar informasi, pada Sabtu, 14 Juni 2025 lalu, Aries meresmikan langsung program SFC di SMAN 1 Rogojampi, Banyuwangi sebagai bagian dari pilot project Dinas Pendidikan Jatim. [ipl/kun]






