Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa PT Bank Perekonomian Rakyat Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim, yang digelar di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Senin (16/6/2025). Dalam forum tersebut, Emil menyoroti capaian positif kinerja Bank UMKM Jatim, khususnya penyaluran kredit produktif yang naik 10,65 persen sepanjang tahun 2024.
Menurut Emil, total penyaluran kredit hingga akhir 2024 mencapai Rp2,88 triliun, dan 91,95 persen di antaranya disalurkan ke sektor produktif, yakni pembiayaan bagi pelaku UMKM.
“Ini berarti Rp2,885 triliun mengalir untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Kalau ditanya bagaimana pemerintah menciptakan lapangan kerja, salah satunya ya dengan pembiayaan UMKM,” kata Emil.
Ia juga menyampaikan bahwa Bank UMKM Jatim dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta 20 pemerintah kabupaten/kota yang memiliki 14 persen saham. Karena itu, bank ini memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Emil menambahkan,
“Tahun 2025 ini, harapannya penyaluran kredit bisa ditingkatkan lagi, dan masyarakat semakin tertarik mempercayakan dana mereka di Bank UMKM.”
Direktur Utama terpilih, Irwan Eka Wijaya Arsyad, melaporkan bahwa Bank UMKM Jatim mencatat pertumbuhan positif di berbagai indikator keuangan sepanjang tahun buku 2024. Total aset bank mencapai Rp3,44 triliun, meningkat Rp119,4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp2,73 triliun yang terdiri dari tabungan sebesar Rp847,3 miliar dan deposito Rp1,88 triliun.
“Sebagian besar kredit kami disalurkan untuk sektor produktif, terutama pelaku UMKM. Ini menunjukkan komitmen kami dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ujar Irwan.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp28,05 miliar, dan dalam RUPS disepakati bahwa 55 persen dari laba bersih akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.
Komisaris Utama BPR Jatim, Ina Dewayanti, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, efisiensi operasional, dan percepatan transformasi digital. Ia menyebut bahwa inovasi layanan seperti mobile banking, QRIS, dan perluasan basis nasabah melalui digitalisasi menjadi prioritas Dewan Komisaris.
Hingga kini, BPR Jatim memiliki 32 kantor cabang dan 131 kantor kas di seluruh Jawa Timur, memungkinkan akses keuangan hingga pelosok daerah. Pada tahun 2025, BPR Jatim akan fokus menyalurkan Program Kredit Sejahtera (Prokesra), Kredit Petani Jatim, dan Dagulir, serta tetap melayani kredit konsumtif seperti Kredit Kepemilikan Emas dan Kendaraan Bermotor.
Emil menambahkan bahwa pengangkatan Irwan sebagai Direktur Utama dilakukan setelah melalui proses seleksi dan penilaian kinerja. “Hasil penilaian dewan komisaris menunjukkan performa yang baik, tinggal menunggu satu tahapan lagi yakni fit and proper test dari OJK,” tuturnya. [tok/beq]






