Jombang (beritajatim.com) – Menjelang Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025, hawa hangat kebersamaan terasa mengalir di jantung Kota Santri, Jombang. Bukan sekadar seremoni atau pawai kebesaran, Polres Jombang memilih jalan yang lebih bermakna: merangkul masyarakat melalui aksi nyata yang menyentuh sisi spiritual dan sosial warga.
Dari masjid yang tenang, gereja yang teduh, hingga klenteng yang penuh khidmat, para anggota kepolisian bersama warga bergotong-royong dalam kegiatan Bakti Religi. Mereka menyapu halaman rumah ibadah, mengepel lantai tempat suci, dan menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada pengurus. Kegiatan ini bukan hanya membersihkan debu, tetapi juga menyapu sekat-sekat sosial dan memperkuat tali toleransi antarumat beragama.
“Ini adalah bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat, lintas iman, lintas keyakinan,” ujar Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan. Di tengah kesibukannya memimpin institusi, ia hadir langsung dalam kegiatan Bakti Sosial yang menyasar mereka yang sering terlupakan: tukang becak dan juru parkir di sekitar Alun-alun Jombang.
Dengan senyum hangat, AKBP Ardi didampingi sang istri, Ny. Olivia Ardi, menyapa satu per satu abang becak, menyerahkan paket sembako, dan berbincang sejenak. Bukan sekadar memberi, tapi hadir, melihat, dan mendengar. “Semoga apa yang kita lakukan dalam menyambut Hari Bhayangkara ini memberikan manfaat,” ucapnya, Minggu (15/6/2025).
Di tengah kehidupan yang makin pelik, perhatian kecil dari aparat kepolisian ini menjadi cahaya harapan bagi mereka yang berjuang di jalanan. Paket sembako itu mungkin tak seberapa, tetapi kehadiran yang tulus menjadi energi baru bagi para abang becak dan jukir untuk terus bertahan dan tersenyum. “Kegiatan tersebut kita lakukan Jumat kemarin,” lanjutnya.
Menurut Kapolres, rangkaian kegiatan ini adalah refleksi dari semangat Bhayangkara sejati: hadir tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga dalam kebersamaan sosial dan spiritual. “Kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Respons positif pun mengalir dari berbagai penjuru. Para tokoh agama menyambut hangat inisiatif Polres Jombang, memuji langkah humanis yang memperkuat harmoni antarumat di kota yang sejak lama dikenal sebagai pelopor kerukunan.
Tak ada barikade. Tak ada jarak. Yang ada adalah tangan yang terulur, senyum yang dibalas, dan langkah kecil menuju rasa saling percaya antara masyarakat dan kepolisian. Inilah wajah Bhayangkara yang humanis—yang tidak hanya mengayomi, tetapi juga mengasihi. Dan dari Jombang, pesan ini menggema ke seluruh negeri: Bersama rakyat, Polri kuat. [suf]






