Kediri (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan terus berupaya memperkuat transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan. Terkini, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Menurut Edwin Aristiawan, kunjungan ini difokuskan pada evaluasi integrasi sistem antrean online dengan Aplikasi Mobile JKN. Sehingga dapat menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan efisien bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Sistem antrean online yang terhubung dengan Mobile JKN dikembangkan untuk mengurangi waktu tunggu dan mencegah penumpukan antrean di rumah sakit. Ini adalah bagian dari komitmen kami menghadirkan pelayanan yang cepat, efisien, dan berbasis teknologi,” ujar Edwin.
Dalam kesempatan itu, Edwin juga menyapa langsung para peserta JKN yang tengah mengakses layanan. Salah satunya adalah Endarto Kusuma Wardana (57), peserta JKN yang sedang menjalani perawatan di poli gigi. Ia mengungkapkan kemudahan yang dirasakan dengan penggunaan antrean online.
“Sekarang saya bisa ambil antrean dari rumah dan datang sesuai estimasi waktu. Jadi tidak perlu lagi datang pagi-pagi hanya untuk antre. Fitur ini sangat membantu dan memudahkan,” ungkap Endarto.
Edwin juga memastikan bahwa aplikasi i-Care JKN telah dimanfaatkan optimal oleh tenaga medis di RS Bhayangkara. Aplikasi ini memungkinkan dokter mengakses riwayat kesehatan pasien selama satu tahun terakhir hanya dengan memasukkan nomor identitas peserta.
“Dengan i-Care, pelayanan menjadi lebih cepat dan tepat karena dokter bisa langsung mengetahui riwayat kesehatan pasien. Ini penting untuk mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih akurat,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi dalam pelayanan kesehatan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus direspons seluruh pihak terkait dengan kesiapan dan adaptasi.
“Digitalisasi sudah merambah ke semua aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Kita harus membangun budaya yang adaptif terhadap perubahan. Siap atau tidak siap, perubahan pasti datang. Maka, mari kita sambut dengan kesiapan dan semangat inovasi,” tegas Edwin.
Sebagai bentuk apresiasi atas implementasi transformasi digital yang optimal, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bintang tiga kepada RS Bhayangkara Kediri. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Edwin kepada Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kombespol drg. Agung Hadi Wijanarko Sp.BM.
“Kami merasa terhormat menerima penghargaan ini. Ini menjadi bukti nyata dari kerja keras seluruh tim RS Bhayangkara dalam menghadirkan layanan berbasis digital. Kami akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujar Agung.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional BPJS Kesehatan untuk memperluas digitalisasi pelayanan JKN agar semakin mudah diakses, cepat, dan merata untuk seluruh lapisan masyarakat. [nm/ted]






