Jakarta (beritajatim.com) – Tim nasional (Timnas) Indonesia tampil dominan saat mengalahkan China dengan skor 1-0. Gol semata wayang dicetak Ole Romeny dari titik penalti. Laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini, digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/6/2025) malam.
Babak Pertama
Indonesia mendapatkan peluang pertama lewat Ricky Kambuaya pada menit kedua. Sayang sepakannya dari luar kota penalti, belum tepat sasaran. China merespons lewat aksi individu Wang Yudong. Namun tembakannya melebar dari gawang Emil Audero.
Pertandingan pada awal babak pertama ini berlangsung cukup keras. Setidaknya tiga kali pemain China melanggar para pemain Indonesia hingga menit ke-15. Pelanggaran itu dilakukan untuk menghentikan serangan -serangan Indonesia yang mengalir deras sejak babak pertama dimulai.
Penyelesaian akhir yang tak maksimal jadi masalah di skuad Garuda pada 20 menit awal babak pertama. Setidaknya ada tiga tembakan yang dilepaskan para pemain Indonesia, namun tidak ada satu pun yang mengenai sasaran. Sementara para pemain China lebih mengandalkan counter attack.
Tembakan on target pertama untuk Timnas Indonesia baru tercipta pada menit ke-28. Berawal dari umpan Egy Maulana Vikri, Ole Romeny meliuk-liuk memasuki kotak penalti China. Sayang, sepakan kaki kirinya terlalu lembut, sehingga bola bisa diamankan oleh kiper China, Wang Dalei.
China tampil sangat disiplin di sepanjang babak pertama ini. Mereka cukup disiplin dalam menahan gempuran para pemain Timnas Indonesia. Di sisi lain skema counter attack Cina cukup merepotkan bek-bek skuad Garuda. Tercatat ada empat peluang China hingga menit ke-40, namun tidak ada yang on target.
Indonesia mendapat hadiah penalti setelah Yang Zexiang melanggar Ricky Kambuaya pada menit ke-42. Striker Ole Romeny yang menjadi eksekutor, berhasil mengecoh kiper China, Wang Dalei. Gol tersebut membuat Timnas Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-45.
Indonesia masih mencari gol tambahan setelah unggul 1-0. Tapi tak ada tambahan gol yang tercipta hingga jeda pertandingan. Timnas Indonesia unggul 1-0 atas China.
Babak Kedua
China melakukan perombakan pemain pada awal babak kedua. Mereka menurunkan striker muda Liu Chengyu menggantikan Xu Haoyang. Sedangkan Jiang Guangtai tampil menggantikan peran Han Pengfei.
Baru dua menit babak kedua dimulai, China mengancam melalui tembakan keras Wang Shangyuan ke dekat sudut kanan bawah gawang Indonesia. Akan tetapi, kiper Emil Audero berhasil menggagalkannya.
China berani tampil lebih terbuka pada 15 menit awal babak kedua ini. Dibandingkan babak pertama yang relatif bertahan total, China lebih berani menguasai bola pada awal paruh kedua ini. Berulang kali mereka merepotkan lini pertahanan Indonesia yang dikomando kapten Jay Idzes.
Penyelesaian akhir masih menjadi faktor yang belum dibereskan oleh para pemain Timnas Indonesia. Skuad Garuda tercatat memiliki sepuluh tembakan hingga menit ke-70, namun hanya dua di antaranya yang on target. Artinya, banyak kesempatan yang diciptakan oleh pemain Timnas Indonesia, gagal dikonversi menjadi gol.
Indonesia melakukan dua pergantian pada menit ke-74. Thom Haye digantikan Kevin Diks, dan Beckham Putra menggantikan Yakob Sayuri. Baru beberapa menit di lapangan, Beckham dan Diks langsung memberi dampak. Beckham memberikan umpan matang kepada Diks. Akan tetapi, tendangan Diks diblok kiper. Diks kemudian mencoba mencetak gol memanfaatkan bola pantul, tetapi upayanya gagal.
Stefano Lilipaly dan Ivar Jenner masuk pada menit ke-83. Mereka mengantikan Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Vikri. Selanjutnya pada menit ke-89, Ramadhan Sananta dimasukkan menggantikan stiker Ole Romeny.
Indonesia terus mencari gol kedua hingga menit akhir. Lagi-lagi penyelesaian akhir tim polesan Patrick Kluivert itu tak maksimal. Ada banyak kesempatan yang seharusnya bisa dimaksimalkan, justru gagal dikonversi menjadi gol. Skor 1-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia bertahan hingga usai laga. (faw/kun)






