Jember (beritajatim.com) – Calon guru pendidikan anak usia dini (PAUD) perlu menguasai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent atau AI), digitalisasi, dan konsep pemrograman dasar.
Hal ini disampaikan Eriva Syamsiatin, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, dalam acara PAUD Fair 2025, di Gedung Soetardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 3-4 Juni 2025.
Eriva menyebut kemampuan itu sebagai kompetensi skill century. “Ini untuk meningkatkan kreativitas, merangsang logika berpikir, dan kemampuan memecahkan masalah pada anak usia dini,” katanya.
Sementara itu, Randi Pratama Murtikusuma, salah satu narasumber, mengatakan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD harus mulai berusaha mengembangkan potensi kewirausahaan kreatif di era digital. “Membangun identitas digital dan personal branding dalam dunia Pendidikan khususnya PAUD, penting,” katanya.
Kepala Jurusan PAUD FKIP Unej Muhammad Irfan Hilmi menegaskan kembalu pentingnya pengembangan diri mahasiswa untuk menambah keterampilan dan membangun citra maupun reputasi melalui karya nyata.”Bangun jaringan kerjasama profesional,” katanya. [wir]






