Jember (beritajatim.com) – Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta pemerintah daerah setempat memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat menjelang Iduladha.
“Kami berkomunikasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan untuk memastikan kesediaan ternak kurban sapi, domba, dan kambing baik secara kualitas maupun kuantitas,” kata Ketua Komisi B Candra Ary Fianto, Selasa (3/6/2025).
Disperindag Jember menginformasikan saat ini harga kambing kurban pada kisaran Rp 1,5 juta- Rp 4 juta. Harga sapi ukuran kecil pada kisaran Rp 11 juta-20 juta dan sapi ukuran besar pada kisaran Rp 20 juta-30 juta.
Candra ingin Pemerintah Kabupaten Jember memikirkan regenerasi jagal hewam kurban yang sesuai syariah. “Ke depan perlu dibuatkan pelatihan untuk tukang potong hewan dari masyarakat agar penyembelihan hewan kurban sesuai mekanisme kesehatan dan syariat,” katanya.
Selain itu, Candra mengusulkan penambahan pusat kesehatan hewan di seluruh kecamatan, terutama yang terintegrasi dengan rumah potong hewan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat.
Candra bersyukur belum ada laporan masuk soal ternak kurban yang terjangkit masif penyakit mulut dan kuku atau lainnya. Hingga 2 Juni 2025, Dinas Peternakan telah menurunkan sebelas diokter hewan untuk memeriksa hewan kurban di 26 titik penjualan dan pengumpulan hewan di Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, Patrang, dan Ajung.
Sebanyak 33 ekor sapi, 1.182 ekor domba, 71 ekor kambing telah diiperiksa. “Terdapat satu temuan kasus kambing sakit mata di lapak penjualan Jalan Teuku Umar, Pemilik disarankan memisahkan ternak dan mengobatinya,” kata Candra.
Selain itu, lanjut Candra, ada temuan domba yang belum cukup umur. “Usia kurang dari dari satu tahun atau belum tumbuh gigi tetap. Pada domba sebenarnya boleh menjadi hewan kurban dengan ketentuan jumlah ternak domba yang ada belum mencukupi untuk berkurban,” katanya.
Setelah kesehatan ternak diperiksa, pemilik diberi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan diberi desinfektan untuk meminimalisasi penyebaran virus.
“Kami mengimbau dinas terkait untuk mengawasi ternak di Kabupaten Jember, terutama di pasar-pasar hewan. Masyarakat juga diminta tidak ragu bertanya atau berkonsultasi dengan puskeswan terkait kesehatan ternak yang ada maupun yang akan dibeli,” kata Candra. [wir]






