Surabaya (beritajatim.com) – Olahraga lari dan jalan santai kini menjadi tren di kalangan masyarakat Surabaya.
Selain menyehatkan, kegiatan ini juga tergolong murah dan didukung oleh sejumlah fasilitas umum yang disediakan secara gratis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya.
Namun, di balik popularitasnya, beberapa warga mengeluhkan kondisi fasilitas lari yang dinilai kurang terawat dan sering kali terlalu penuh oleh pengguna.
Beberapa lapangan seperti Lapangan Thor, Lapangan KONI, hingga Lapangan Jatim Seger menjadi sorotan karena kebersihannya yang dinilai kurang memadai serta kapasitasnya yang tidak lagi sebanding dengan jumlah pengunjung.
Salah satu warga, Cicilia Wahyu (30), yang rutin berolahraga di Lapangan Thor, menyampaikan keluhannya terkait kondisi lapangan yang semakin sesak dan kurang terjaga kebersihannya.
“Sebenarnya enak untuk olahraga, tapi sekarang terlalu ramai. Dulu lebih tertib, ada aturan jenis pengguna trek lari, sekarang sudah tidak diperhatikan. Fasilitas seperti kamar mandi juga kurang bersih dan tidak terawat,” ujar warga Banyu Urip itu, Minggu (1/6/2025).
Keluhan serupa juga disampaikan Ajeng Ratna, warga Surabaya yang kerap berlari di Lapangan KONI dan Thor. Ia berharap pemerintah dapat menambah ruang terbuka publik yang dapat digunakan sebagai jalur lari.
“Di Surabaya tempat lari seperti ini masih sangat terbatas. Banyak orang akhirnya memilih lari di jalan raya. Kami berharap pemerintah menambah fasilitas dan lebih memperhatikan perawatannya,” tuturnya.
Untuk diketahui, beberapa lokasi yang saat ini sering dimanfaatkan masyarakat Surabaya untuk lari antara lain Lapangan Thor, Lapangan Bogowonto, Lapangan Jatim Seger, dan Lapangan Unesa.
Dengan semakin tingginya antusiasme warga terhadap olahraga lari, perhatian terhadap perawatan dan pengelolaan fasilitas publik ini menjadi semakin penting agar kenyamanan dan keamanan pengguna tetap terjaga. (ted)






