Surabaya (beritajatim.com) – Menjadi lansia bukan berarti kehilangan kualitas hidup. Justru, masa tua bisa menjadi fase paling damai dan membahagiakan bila dijalani dengan tubuh sehat dan jiwa yang seimbang.
Salah satu kunci utama untuk mencapai hal itu adalah menerapkan pola makan yang tepat. Berikut adalah panduan praktisnya:
1. Pilih Makanan Padat Gizi dan Rendah Kalori
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan kalori menurun, tetapi kebutuhan zat gizi tetap tinggi, seperti:
– Sayuran hijau dan buah segar
– Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan
– Sumber protein rendah lemak (ikan, tempe, tahu)
Jenis makanan ini membantu menjaga energi dan menghindari kelebihan berat badan.
2. Penuhi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D
Tulang cenderung rapuh di usia lanjut. Oleh karena itu, asupan berikut penting:
– Susu rendah lemak atau yogurt
– Ikan berlemak seperti salmon
– Paparan sinar matahari pagi untuk vitamin D alami
Kombinasi ini berguna untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kekuatan tulang.
3. Batasi Gula, Garam, dan Lemak Jenuh
Untuk mencegah hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, lansia dianjurkan:
– Mengurangi makanan olahan dan makanan cepat saji
– Menghindari minuman manis berlebih
– Membaca label nutrisi sebelum membeli makanan kemasan
Langkah kecil ini sangat berdampak besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
4. Jaga Kebiasaan Makan Teratur dan Cukup Minum
Banyak lansia mengalami penurunan rasa haus atau nafsu makan. Solusinya:
– Makan dalam porsi kecil tapi sering
– Minum minimal 6–8 gelas air putih setiap hari
– Membuat jadwal makan yang konsisten
Ritme makan yang teratur membantu menjaga metabolisme tetap optimal.
5. Perhatikan Kesehatan Mental Lewat Nutrisi
Pola makan yang sehat turut mendukung kesehatan mental. Beberapa tips:
– Konsumsi makanan yang mendukung fungsi otak (alpukat, ikan, kacang)
– Hindari konsumsi berlebihan kafein dan alkohol
– Sertakan aktivitas fisik ringan dan interaksi sosial
Dengan gizi yang cukup, lansia bisa terhindar dari stres dan depresi. [aje]






