Gresik (beritajatim.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin Gresik punya cara tersendiri melestarikan manuskrip islam, dan turats di era digitalisasi. Ponpes yang didirikan ratusan tahun itu, menggandeng platform literasi serta menggelar seminar, dan pameran turats untuk generasi muda.
Dipilihnya generasi Gen-Z tersebut, supaya bisa memahami kesejarahan serta melestarikan turats sebagai khasanah keilmuan.
Founder Manuskripedia Wahyu Muryadi mengatakan, manuskrip turats ulama nusantara sangat perlu digaungkan eksistensinya sebagai warisan khasanah keilmuan.
“Kegiatan ini semua untuk mendorong integrasi teknologi digital untuk menjaga keberlanjutan kajian turats,” katanya, Minggu (25/5/2025).
Hal senada juga dikemukakan Kiai Mudhofar Utsman dari Ma’had Jam’iyah Ulya Universitas Qomaruddin. Dirinya menuturkan Ponpes Qomaruddin telah mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui digitalisasi manuskrip dan pengembangan katalog daring.
“Kami berupaya menjawab tantangan era digital dengan langkah-langkah konkret, agar warisan keilmuan para ulama tidak tergerus waktu,” tuturnya.
Hal yang sama juga dikemukakan
Lora Kholili Kholil dari Lajnah Turats Syaikhona Kholil. Menurutnya pelestarian turats tidak cukup hanya dengan penyimpanan fisik, tetapi juga melalui kajian ilmiah seperti tahqīq naskah. Yakni verifikasi akademik terhadap manuskrip klasik.
“Turats tidak hanya perlu diselamatkan, tetapi juga terus dihidupkan dalam wacana keilmuan kontemporer,” ungkapnya.
Terkait dengan ini, Ketua Komunitas Pegon, Ayung Notonegoro menyatakan
pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga dan menelaah khazanah turats sebagai bagian dari identitas intelektual pesantren.
“Sekali lagi turats bukan milik satu lembaga, melainkan warisan bersama umat yang harus kita rawat secara bersama-sama,” urainya.
Dalam momentum ini Ponpes Qomaruddin juga melakukan nota
kesepahaman (MoU) antara Manuskripedia dengan Tim Pelestari dan Pengembangan Khazanah Pesantren (TPPKP) Qomaruddin serta Universitas Qomaruddin.
Melalui kerja sama ini bertujuan memperkuat komitmen pelestarian manuskrip melalui digitalisasi, penelitian, serta publikasi turats yang ada di lingkungan pesantren yang sudah berusia ratusan tahun. [dny/aje]






