Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola Kabupaten Jember berhasil membekuk Kabupaten Banyuwangi 1-0, dalam kualifikasi sepak bola Zona 1 Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX, di Stadion Jember Sport Garden, Kamis (22/5/2025).
Gol tunggal Jember dicetak pada menit 76 oleh Ahmad Jainuri. Dengan kemenangan ini, Jember mengemas enam angka dari dua pertandingan sekaligus menghentikan kemenangan Banyuwangi dalam dua pertandingan sebelumnya.
Pertandingan berjalan ketat. Banyuwangi bertekad mengalahkan tuan rumah, sehingga bisa memastikan tiket menuju Porprov Jatim IX di Malang Raya, Juni-Juli 2025.
Namun Jember tak ingin dipermalukan. Pertandingan berjalan saling serang dan keras. Bahkan penyerang Banyuwangi, Rendika Adi Pratama, harus dikeluarkan dari lapangan karena terkena akumulasi dua kartu kuning pada menit 39 dan 68.
Setelah unggul jumlah pemain, Jember semakin leluasa. Benar saja, delapan menit setelah Rendika dikeluarkan dari lapangan, Jember mencetak gol tunggal kemenangan melalui Jainuri.
Asisten pelatih Jember Bilibig Dian Mahrus memuji para pemain yang punya motivasi tinggi untuk menang. Namun dia meminta para pemain tidak cepat berpuas diri. Apalagi masih ada banyak kelemahan yang harus dibenahi, terutama penyelesaian akhir. “Finishing kita kurang,” katanya.
Tingginya tensi permainan membuat emosi pemain Jember terpancing. “Kami tidak akan lengah untuk pertandingan berikutnya. Kami masih ada sisa pertandingan melawan Lumajang dan Bondowoso yang menentukan langkah menuju Porprov. Target kami juara grup,” kata Mahrus.
Sementara itu, pelatih Banyuwangi Slamet Sampurno menyayangkan kepemimpinan wasit Eka Kurniawan dari Malang. “Sesuai prediksi, pertandingan berjalan ketat. Yang patut disayangkan adalah kejadian-kejadian yang tidak perlu. Keputusan wasit mengeluarkan kattu merah mengubah situasi,” katanya.
Kendati kalah, peluang Banyuwangi untuk lolos ke Porprov Jatim IX masih terbuka lebar. Mereka kini mengantongi enam angka dengan agregat gol 7-2, dan tinggal melakoni pertandingan terakhir melawan Lumajang.
“Bagaimana pun kami harus ambil poin maksimal untuk mengamankan tiket ke Malang,” kara Slamet. [wir]






