Gresik (beritajatim.com) – Smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik resmi kembali beroperasi pasca insiden kebakaran pada 14 Oktober 2024. Proses perbaikan yang berjalan lebih cepat dari jadwal memungkinkan smelter segera memproduksi katoda tembaga mulai minggu keempat Juni 2025.
Kunjungan jajaran pimpinan Freeport McMoRan menjadi penanda penting dimulainya kembali aktivitas industri ini. Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain CEO Freeport McMoRan Richard C. Adkerson, Presiden & CEO Katleen Quirk, dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.
“Kami ke Gresik untuk memastikan smelter PTFI kembali beroperasi dengan baik setelah kebakaran tahun lalu,” ujar Tony Wenas, Kamis (22/5/2025).
Tony menjelaskan, proses pengolahan dimulai dari konsentrat yang dimasukkan ke furnace untuk menjadi anoda tembaga, kemudian dilanjutkan ke electrorefinery untuk menghasilkan katoda tembaga.
Smelter PTFI dijadwalkan memulai produksi bertahap (ramp-up) mulai Mei 2025 dengan kapasitas 40% dan ditargetkan mencapai kapasitas penuh 100% pada Desember 2025.
“Ini membuktikan resiliensi perusahaan dalam menghadapi tantangan serta komitmen terhadap hilirisasi nasional,” tegas Tony.
Pemulihan Cepat Usai Kebakaran
Untuk mempercepat pemulihan, PTFI mengerahkan lebih dari 2.000 tenaga kerja yang bekerja dalam dua shift. Tak hanya itu, material penting didatangkan dari luar negeri menggunakan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747 dan Antonov AN-124 dalam tiga penerbangan, dengan total muatan mencapai 300 ton.
Perbaikan meliputi pekerjaan pengadaan, konstruksi, dan instalasi, yang memungkinkan smelter beroperasi kembali lebih cepat dari rencana semula.
“Akselerasi ini menjadi bukti PTFI sebagai perusahaan tambang terintegrasi dari hulu ke hilir yang mendukung penuh program hilirisasi sumber daya mineral pemerintah,” tambah Tony.
Komitmen untuk Hilirisasi dan Indonesia Emas 2045
Keberadaan smelter PTFI di JIIPE Gresik dinilai strategis untuk mendukung kemandirian industri nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Dalam jangka panjang, PTFI menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin terus memberikan nilai tambah bagi bangsa dan negara melalui pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri,” pungkas Tony Wenas. [dny/but]






