Mojokerto (beritajatim.com) — Pada era digital yang serba cepat, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Hal ini ia sampaikan saat bersapa dengan anggota Karang Taruna Kecamatan Kranggan dalam forum Sosialsasi Pemanfaatan Media Sosial untuk Karang Taruna.
Dalam sosialisasi di Kantor Kecamatan Kranggan, Senin (19/5/2025) malam tersebut mengambil tema ‘Peluang Media Sosial untuk Menghasilkan Rupiah’. Menurut Ning Ita (sapaan akrab, red), media sosial kini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tapi juga telah berevolusi sebagai sarana bisnis yang menjanjikan.
“Perkembangan teknologi ini sudah bertransformasi, dari media komunikasi menjadi media bisnis untuk berdagang, promosi, hingga pemasaran,” ungkapnya di hadapan para peserta, pelajar dan mahasiswa tersebut.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) ini mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan dengan bijak. Menurutnya, sifat teknologi yang cepat dan disruptif dapat menjadi ancaman bila disalahgunakan. Ia juga menekankan agar anak muda tidak asal ikut-ikutan tren viral.
“Teknologi digital itu seperti pedang bermata dua. Kalau tidak hati-hati, bisa melukai diri sendiri. Kreativitas anak muda harus dimaksimalkan, tapi juga harus tahu batasan etika dan hukum dalam penggunaan media sosial.. Jangan sampai niat kreatif malah berujung masalah hukum,” tegasnya.
Ning Ita mengaku bangga jika pemuda di Kota Mojokerto tak hanya menjadi pengguna, tapi juga pelaku ekonomi digital. Ning Ita juga berharap generasi muda di Kota Mojokerto bisa menjadi pribadi yang produktif dan kreatif, serta mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri melalui media digital. [tin/aje]






