Surabaya (beritajatim.com) – Budaya pemberian penghargaan di kantor dan instansi pemerintah kini mengalami transformasi. Dari sekadar simbol formalitas, hadiah seperti plakat dan cendera mata kini dirancang lebih personal, estetis, dan menyentuh sisi emosional penerimanya.
Riz Plakat, pelaku usaha kreatif asal Surabaya, menjadi salah satu pionir dalam menjawab tren ini. Usaha yang awalnya hanya memproduksi plakat berbahan dasar akrilik kini berkembang menghadirkan beragam desain unik yang dikustom secara eksklusif sesuai tema acara.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat, khususnya instansi pemerintah dan kantor, berubah. Mereka tidak hanya ingin produk, tetapi juga ingin makna di dalamnya,” ungkap Rizki Al Kharim, pendiri Riz Plakat, saat ditemui di workshop miliknya, Senin (19/5/2025).
Produk yang ditawarkan Riz Plakat pun beragam—mulai dari plakat kayu-akrilik kombinasi, medali eksklusif, pin logam, hingga souvenir kantor seperti jam meja atau trofi kristal. Tak hanya itu, personalisasi seperti ukiran nama, logo instansi, hingga kutipan khusus juga bisa ditambahkan sesuai keinginan pemesan.
“Misalnya untuk acara pelepasan pensiun pegawai, kami sering diminta menambahkan kutipan khusus atau tanggal bersejarah di produknya. Itu membuat momen lebih berkesan,” jelas Rizki.
Yang menarik, menurut Rizki, permintaan produk personal ini justru meningkat dari kalangan birokrasi dan pemerintahan. Mereka mulai meninggalkan desain ‘template’ dan ingin sesuatu yang unik untuk perayaan Hari Jadi Instansi, peringatan purna tugas, maupun pemberian penghargaan pegawai teladan. “Fenomena ini menunjukkan bahwa hadiah di dunia profesional kini bukan hanya urusan formalitas belaka,” ujar Rizky.
Dalam proses produksinya, Riz Plakat mengandalkan kombinasi teknologi laser cutting dan pengerjaan manual. Hal ini menjamin presisi sekaligus sentuhan seni yang tak bisa didapat dari produksi massal biasa.
Meski berbasis di Surabaya, Riz Plakat melayani pemesanan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka juga membuka sesi konsultasi desain agar klien dapat menuangkan ide secara bebas, baik secara online maupun tatap muka.
“Nilai eksklusif itu yang kami jaga. Karena kami percaya, setiap bentuk apresiasi seharusnya mencerminkan penghargaan yang tulus dan khas,” tandas Rizki.[asg/kun]






