Jakarta (beritajatim.com) – Di tengah percepatan transformasi keuangan digital di Indonesia, OVO bersama Superbank menghadirkan sebuah terobosan baru bertajuk OVO Nabung by Superbank.
Produk ini tidak hanya menjadi fitur tambahan di aplikasi OVO, tetapi juga menjelma sebagai jembatan inovatif antara rekening tabungan digital dan e-wallet, membuka peluang inklusi keuangan yang lebih luas.
Melalui kolaborasi antara OVO—platform pembayaran digital terkemuka, dan Superbank, bank digital yang didukung Grab, Emtek, Singtel, serta KakaoBank, hadir sebuah solusi finansial yang dirancang untuk memudahkan akses tabungan dengan bunga kompetitif hingga 5% per tahun.
Satu Aplikasi, Dua Fungsi Finansial
Dengan mengusung konsep rek-wallet atau rekening wallet, OVO Nabung memungkinkan pengguna untuk menikmati manfaat tabungan digital langsung di aplikasi yang sudah mereka kenal. Cukup dengan melakukan upgrade ke OVO Premier, pengguna akan otomatis memiliki rekening Superbank—tanpa biaya administrasi bulanan dan tanpa batasan saldo minimum.
“Peluncuran OVO Nabung merupakan langkah penting dalam memperkuat peran teknologi oleh OVO dan Superbank untuk menghadirkan akses keuangan yang lebih merata bagi masyarakat,” jelas Eddie Martono, Chief Operating Officer OVO, dalam keterangan tertulis, Senin (19/5/2025).
Ia menambahkan bahwa dengan bunga hingga 5% per tahun, OVO Nabung menawarkan pengalaman menabung yang lebih unggul dibandingkan produk rek-wallet lainnya di pasar saat ini.
Ekosistem Digital yang Terintegrasi
Lebih dari sekadar fasilitas tabungan, OVO Nabung dirancang untuk menjadi bagian dari ekosistem digital yang sudah terbangun, memungkinkan pengguna untuk menyimpan, membayar, hingga mengelola dana dalam satu platform yang sama.
Sementara itu Sukiwan, Chief Business Officer Superbank menyatakan langkah ini merupakan kelanjutan dari strategi mereka sejak integrasi dengan aplikasi Grab pada Juni 2024.
“Dalam waktu kurang dari satu tahun, kami telah dipercaya lebih dari 3 juta nasabah. Lewat OVO Nabung, kami memperkenalkan cara baru menabung secara fleksibel, mudah, dan aman melalui aplikasi yang sudah digunakan jutaan orang,” ujar Sukiwan.
Menggaet Generasi Muda dan Populasi Underbanked
Riset dari Populix mengungkap bahwa 54% Gen Z dan Milenial di Indonesia memilih bank digital untuk mengisi saldo e-wallet mereka.
Sementara laporan JakPat pada semester kedua 2024 mencatat bahwa 94% Gen Z telah menggunakan e-wallet untuk transaksi harian, dan 60% di antaranya bahkan menggunakannya sebagai tempat menyimpan dana.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku finansial generasi muda dari sistem perbankan konvensional ke solusi digital yang lebih praktis dan real-time.
Yanti Pusparini, Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai OVO Nabung berpotensi membuka akses keuangan bagi kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.
“Dengan dominasi Gen Z dalam demografi, fitur yang menawarkan fleksibilitas dan kemudahan akan menjadi tuntutan utama. Inovasi seperti OVO Nabung dapat menjembatani pengguna uang elektronik yang sebelumnya belum memiliki rekening bank, untuk akhirnya masuk ke ekosistem keuangan formal,” ungkap Yanti.
Dukungan Regulasi dan Keamanan
Sebagai layanan yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OVO Nabung by Superbank menjanjikan keamanan dan keandalan dalam setiap transaksi.
Dengan fitur rek-wallet yang digadang sebagai pilihan yang “#GakAdaRuginya,” OVO memperkuat perannya sebagai pelopor layanan keuangan digital yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi OVO dan Superbank melalui OVO Nabung bukan sekadar inovasi fitur, melainkan langkah strategis menuju inklusivitas keuangan digital nasional.
Dengan menggabungkan kenyamanan e-wallet dan keuntungan tabungan bank digital dalam satu platform, mereka menghadirkan pengalaman finansial yang lebih relevan dan inklusif—khususnya bagi generasi muda dan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani secara optimal oleh sistem perbankan tradisional. (ted)






