Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mendorong kebiasaan hidup sehat warga. Salah satunya dengan membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan septictank komunal bagi masyarakat di Jalan Jagalan RT/RW 01/01, Kelurahan Barurambat Kota (Barkot), Kecamatan Pamekasan, Sabtu (17/5/2025).
Bantuan tersebut dalam rangka sosialisasi kesehatan dan kebersihan bagi masyarakat, sekaligus sebagai tindak lanjut dari program Respon Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio, di mana di lokasi tersebut tercatat sebagai salah satu daerah terdampak KLB Polio pada 2024 lalu.
“Program ini dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi untuk membantu pemerintah melalui bidang sosial kemanusiaan, khusunya dalam tugas kepalangmerahan. Di antaranya mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus polio,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono melalui Sekretaris Hairul Saleh.
Dalam merealisasikan program tersebut, saat ini membangun MKC dan septictank komunal di tiga titik berbeda di Jl Jagalan, Barkot, Pamekasan. “Untuk MCK Komunal kita bangun di satu titik, dua titik lainnya merupakan pembangunan septic tank komunal di daerah yang sama,” ungkapnya.
“Pemilihan titik di Jl Jagalan, mengacu pada hasil kajian dan telaah kita pada tahun sebelumnya. Di mana daerah tersebut menjadi salah satu titik atau daerah terdampak polio pada 2024 lalu,” sambung Hairul Saleh.
Lebih lanjut disampaikan program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meringankan penderitaan masyarakat dan membantu meningkatkan derajat kesehatan sosial. “Karena itu, kami juga memiliki tugas untuk berperan aktif dalam kegiatan respon KLB Polio khususnya di Pamekasan,” jelasnya.
“Untuk diketahui bersama jika selama ini PMI membantu pemerintah dalam kegiatan Sub PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio melalui sosialisasi kepada masyarakat, bertujuan meningkatkan cakupan imunisasi, promosi kesehatan dan kebersihan, serta memberikan bantuan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pihaknya menyampaikan jika proses pembangunan juga dilakukan dengan cara gotong royong. “Sementara untuk proses pembangunan kita menerapkan swakelola yang melibatkan tukang, relawan, staf PMI serta masyarakat sekitar,” tegasnya.
“Bahkan untuk proses pembangunan ini kita jadwalkan tuntas dalam dua pekan kedepan, semoga saja tidak molor seiring dengan kondisi cuaca yang masih belum menentu. Sehingga dalam waktu dekat dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. [pin/beq]






