Surabaya (beritajatim.com) – Dua kelompok remaja terlibat tawuran di Jalan Nginden Semolo, Sukolilo, Senin (12/05/2025) kemarin.
Akibat peristiwa itu, 12 pemuda sempat diamankan polisi dan menjalani pembinaan bersama stakeholder terkait.
Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara mengatakan permasalahan tawuran itu bermula dari utang piutang antara dua anggota kelompok berinisial AF (15) dan dan BM. Untuk membantu menagihkan uang, AF meminta bantuan kepada RG (16). RG lantas meminta bantuan ke rekan lain berinisial MK.
“MK lalu mengajak 12 temannya untuk menagih utang sebesar Rp 500 ribu itu,” kata Made dikonfirmasi Beritajatim.com, Jumat (16/05/2025).
Kedua kelompok lantas berjanji untuk ketemu di Taman Intan, Jalan Nginden pada pukul 22.30. Hingga jam yang ditentukan, kelompok AF gagal menemui kelompok BM. Kelompok AF lantas pergi dan hendak merusuh kampung Medokan Ayu, Rungkut. Namun, niat tersebut diurungkan.
“Kedua kelompok lalu ketemu di Jalan Nginden Semolo depan gapura Pumpungan. Mereka berkelahi. Karena salah satu kelompok kalah orang mereka lari. Namun apes ada remaja berinisial DA tertinggal dan menjadi bulan-bulanan,” tutur Made.
Tawuran selesai setelah warga bersama anggota Polsek Sukolilo datang ke lokasi. Saat itu, DA dalam kondisi terluka dan langsung dilarikan ke RS Haji. Dari peristiwa itu, 12 pemuda diamankan.
“Sudah kami pulangkan setelah kita lakukan pembinaan bersama orang tua dan stakeholder yang ada. Mereka semua masih berusia anak-anak,” pungkas Made. (ang/ted)






