Sidoarjo (beritajatim.com) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo menyuarakan keprihatinan mendalam atas tingginya angka kriminalitas di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan dalam forum Sarasehan Penegakan Hukum yang Mempertimbangkan Aspek Keadilan Hak Asasi Manusia, Jumat (16/5/2025).
Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mu’minin, mengungkapkan bahwa angka kejahatan di Sidoarjo tergolong tinggi. Dalam catatan PC Ansor, tercatat sekitar lima puluh kasus per bulan. “Kasus itu mulai dari pencurian kendaraan bermotor, gangstar dan lain sebagainya,” ujarnya.
Menurutnya, faktor utama yang melatarbelakangi maraknya aksi kriminal adalah kebutuhan ekonomi. Oleh karena itu, dia menilai persoalan ini perlu ditangani secara serius dan lintas sektor. “PC Ansor Sidoarjo siap bersinergi dengan pihak-pihak yang berwajib seperti Kepolisian dan TNI,” paparnya.
Choi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa sinergi tidak hanya bisa dilakukan dengan aparat penegak hukum, namun juga dengan elemen masyarakat sipil seperti Fatayat, Muslimat, Pergunu, LP Ma’arif NU, hingga pondok pesantren.
“Misalnya diperlukan sosialisasi anti bullying. Melalui LBH, PC GP Ansor Sidoarjo siap untuk memfasilitasi program tersebut,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Choi juga menyinggung kiprah LBH PC GP Ansor beberapa tahun lalu yang pernah mendampingi seorang guru NU asal Balongbendo yang dipolisikan oleh wali murid. Berkat pendampingan tersebut, masalah dapat diselesaikan secara damai. “Acara semacam ini saya harap dibuat berkelanjutan dengan tema yang berbeda-beda,” pungkasnya. (isa/kun)






