Surabaya (beritajatim.com) – Rumah warga Surabaya berinisial RKY di Jalan Keputran Kejambon Gang 2 nomor 88, Genteng Surabaya, Kamis (8/5/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Dari aksi itu, korban menemukan tas berisi handphone dan dasi sekolah pelaku serta sandal.
RKY mengatakan, kejadian pencurian itu sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat kejadian, kampungnya sedang sepi. Rumah yang menjadi lokasi pembobolan pun dalam kondisi berantakan karena sedang renovasi.
“Saya bangun tengah malam habis dari kamar mandi lihat ada seorang lelaki akan meninggalkan ruang tamu dan melompat pagar,” kata RKY, Kamis (15/5/2025).
Ia pun spontan berteriak maling hingga membangunkan suaminya. Saat itu suaminya berhasil menarik pelaku. Namun, pelaku tetap berhasil kabur.
“Setelah itu saya teriak malingnya langsung mau lompat pagar dan suami saya keluar tarik-menarik kemudian kena tasnya dan sandalnya tertinggal,” jelasnya.
Pelaku berhasil kabur. Saat itu daripada memilih mengejar pelaku, suami korban lebih memilih menenangkan RKY yang saat itu shock. Usai tenang, suami korban memilih mengejar pelaku namun sudah kehilangan jejak.
“Ayahnya tidak mengejar, tapi memberi saya minum karena tahu saya masih histeris. Kemudian buka pintu pagar sudah tidak ada, tapi sudah banyak tetangga yang kumpul karena dengar saya teriak-teriak tadi,” paparnya.
RKY menduga terduga pelaku melompat dari samping rumahnya yang sedang diperbaiki. Kemudian masuk dan langsung menggasak uang jutaan rupiah yang ia simpan.
“Cara masuknya lompat kan saya habis bikin septic tank nah gragalnya ditaruh di glangsing kemudian ditumpuk di sebelah rumah, kemudian maling itu melompat melalui tumpukan itu karena sandalnya juga tertinggal di gragal situ. Yang hilang uang tunai Rp 2,7 juta, tapi alhamdulillah sepeda motor dan perhiasan masih utuh,” tuturnya.
Usai peristiwa itu, RKY melaporkannya ke Polsek Genteng. Di sana, ia membawa beberapa barang bukti, diantaranya tas berisi ponsel, dasi, dan korek milik terduga pelaku.
“Setelah kejadian itu saya lapor ke polisi sekitar pukul 15.00 WIB. Semua barang terduga pelaku diberikan ke polisi (tas berisi HP, dasi anak sekolah, korek, dan sandal yang tertinggal),” paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya membenarkan hal itu. Menurutnya, RKY beserta suaminya telah melaporkan peristiwa itu. “Korban sudah membuat laporan,” jelasnya.
Mantan Kanitreskrim Polsek Bubutan itu menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan sudah mengantongi identitas pelaku. “Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tutupnya. [ang/suf]






