Surabaya (beritajatim.com) – Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi memilih irit bicara soal kartu merah yang diterima pelatih kepala Paul Munster dalam laga melawan Semen Padang, Minggu (13/5/2025) lalu. Munster terlibat adu argumen dengan ofisial Semen Padang hingga keduanya diganjar kartu merah oleh wasit Adham Mohammad.
“Yang jelas kami akan memperbaiki semuanya untuk pertandingan ke depan. Setelah ini pasti akan ada evaluasi yang kami lakukan,” ucap Uston, Selasa (13/5/2025).
Persebaya dijadwalkan menghadapi Borneo FC pada pekan ke-33 Liga 1, Minggu (18/5/2025) mendatang. Laga ini diprediksi bakal berlangsung panas. Pasalnya, Borneo FC yang dikomandoi Stefano Lilipaly tengah berada dalam tren positif dengan mencatatkan tiga kemenangan beruntun, mencetak delapan gol dan hanya kebobolan empat kali.
Uston memastikan anak asuhnya siap tampil habis-habisan di laga krusial tersebut. “Seperti yang saya bilang tadi, kami akan melakukan evaluasi. Siapa yang tidak ingin menang dalam pertandingan, semua ingin menang,” imbuhnya.
Uston berharap timnya bisa segera bangkit dari hasil tiga kali seri beruntun yang belakangan membayangi performa Persebaya.
Sementara itu, Paul Munster dipastikan akan absen mendampingi tim dalam satu laga akibat kartu merah yang diterimanya. Hal ini mengacu pada Pasal 58 ayat 13 Regulasi Kompetisi yang menyebutkan bahwa “Ofisial yang mendapat kartu merah tidak diperkenankan mendampingi timnya dalam satu laga”.
Namun, Munster terancam sanksi tambahan. Masih dalam pasal dan ayat yang sama, jika ditemukan indikasi pelanggaran disiplin dari insiden tersebut, pelatih asal Irlandia Utara itu bisa dikenai denda sebesar Rp10 juta. [kun]






