Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka dengan Semen Padang setelah laga pekan ke-32 Liga 1 Indonesia berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (11/5/2025).
Hasil ini memperpanjang tren hasil seri Bajul Ijo menjadi tiga kali berturut-turut dan membuat mereka gagal menggeser Dewa United di posisi kedua klasemen sementara.
Satu momen krusial dalam pertandingan tersebut terjadi pada menit ke-84 ketika Dejan Tumbas berhasil membobol gawang Semen Padang. Namun, gol itu dianulir oleh wasit asal Yordania, Adham Mohammad, setelah melalui proses tinjauan VAR yang berlangsung selama lima menit.
Keputusan tersebut menyulut tanda tanya di kalangan suporter, namun pelatih dan ofisial tim memilih menjaga sikap.
Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi, enggan memberikan komentar terkait keputusan wasit tersebut. Menurutnya, situasi di lapangan memang sangat ketat dan sulit untuk dipastikan secara langsung.
“Saya tidak akan komentar untuk wasit yang karena hasilnya memang ketat apakah itu benar offside atau tidak namun kami menghargai keputusan itu,” ungkap Uston kepada awak media usai pertandingan.
Uston juga menegaskan bahwa dirinya dan pelatih kepala Paul Munster akan tetap fokus pada evaluasi tim menjelang dua laga sisa musim ini, melawan Borneo FC dan Bali United. Ia tidak ingin tekanan tambahan justru mengganggu mental pemain.
“Seperti yang saya bilang evaluasi dan perbaiki karena siapa disetiap pertandingan yang tidak pengen menang karena kita tahu tiga kali kita draw jadi perlu ada pembenahan,” imbuh Uston.
Dengan tambahan satu poin ini, Persebaya kini mengoleksi 55 poin dan tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara Liga 1 Indonesia. Sementara itu, Dewa United masih unggul dua poin di posisi kedua dengan 57 poin. Persaingan memperebutkan posisi runner-up pun dipastikan akan semakin panas di dua pekan terakhir kompetisi. [way/suf]






