Malang (beritajatim.com) – Pameran seni tahunan Designholic × Navastra kembali digelar di Universitas Negeri Malang (UM) dengan skala yang semakin besar dan meriah. Dibuka secara resmi pada Selasa, 6 Mei 2025 oleh Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Sastra, pameran ini akan berlangsung selama tiga pekan, hingga Minggu, 25 Mei 2025.
Bertempat di gedung D14, D16, dan D18 Fakultas Sastra, acara ini menyuguhkan lebih dari 5.000 karya seni hasil murni mahasiswa UM dari berbagai angkatan dan jurusan.
“Semua karya yang dipamerkan di sini adalah karya orisinal mahasiswa. Pure karya mahasiswa semua,” ujar Salwa Yunika Az-Zahra, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2024 yang juga menjadi bagian dari panitia acara pada beritajatim.com, Jumat (9/5/2025).
Salwa menjelaskan bahwa Designholic × Navastra merupakan kolaborasi rutin antara prodi DKV dengan jurusan di Fakultas Sastra. “Semua peserta berasal dari Fakultas Sastra, mulai dari Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Indonesia, Sastra Jerman, Seni dan Desain. Tapi yang paling dominan dari angkatan 2023 dan 2024,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa karya yang dipamerkan sangat beragam, dari yang dibuat oleh mahasiswa semester awal hingga proyek tugas akhir. Dari semester awal sampai karya skripsian juga ada.
“Jadi pengunjung bisa lihat perkembangan mahasiswa secara visual dari tahun ke tahun,” kata mahasiswa yang menjadi sie acara pameran Designholic × Navastra.
Pameran ini dibuka setiap hari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB, dengan harga tiket masuk sebesar Rp5.000. Tiket ini sudah termasuk akses ke seluruh ruangan pameran dan bazar kreatif yang digelar bersamaan.
“Kita nggak cuma menyuguhkan karya visual, tapi juga menghidupkan suasana kampus dengan bazar UMKM. Ada F&B, merchandise, produk mata kuliah kewirausahaan, sampai live sketch yang lucu banget. Start-nya dari 15 ribu sampai 25 ribu rupiah,” terang Salwa.
Berbagai karya yang bisa ditemukan antara lain kaligrafi, tipografi semantik, poster, game interaktif, nirmana 2D dan 3D, hingga project buku dari jurusan Sastra Jerman. “Karya dari teman luar UM juga ada, dipajang di gedung D16. Jadi benar-benar terbuka dan inklusif,” tambahnya.

Pameran ini telah diselenggarakan sejak tahun 2013, dan tahun ini merupakan edisi ke-12. Menurut Salwa, penyelenggaraan tahun ini terasa lebih istimewa karena pameran tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tapi juga arena interaksi kreatif.
“Tujuan utama pameran ini adalah mewadahi mahasiswa yang tertarik di bidang seni. Kita ingin semua karya mahasiswa dihargai dan dinikmati, karena banyak banget yang keren dan layak dapat spotlight,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Designholic × Navastra 2025 juga menghadirkan lima spot foto dengan konsep yang unik dan Instagramable. Terdalat photobooth Designholic × Navastra berlatar nirmana, self-photo box, photobooth tugas skripsi di ruang 105 D18.
“Ada juga Pop Box di ruang 106 D18 yang bisa digambar langsung. Pokoknya pengunjung bisa dapet experience yang seru banget,” kata Salwa penuh semangat.
Salah satu spot favorit adalah Piccis self-photo booth yang bisa ditemukan di dalam D18 dekat tangga. “Itu lucu, ramai terus setiap hari,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberagaman, Designholic × Navastra 2025 menghadirkan pameran seni menarik. Sekaligus juga menjadi ruang berekspresi dan bersinergi bagi mahasiswa UM. (dan/kun)






