Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) terus menunjukkan kekuatannya di sektor kesehatan, khususnya dalam pengembangan vaksin. Dua vaksin unggulan yang saat ini tengah dikembangkan adalah vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta vaksin flu babi, yang dalam waktu dekat akan diserahkan kepada pemerintah dan dunia usaha.
“Vaksin terdekat yang akan kami serahkan ke pemerintah dan pelaku industri adalah vaksin PMK dan flu babi,” ujar Rektor Unair, Prof. Mohammad Nasih, Kamis (8/5/2025).
Pengembangan vaksin flu babi menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekspor babi Indonesia ke pasar internasional. “Agar ekspor babi kita diterima di negara lain, hewan-hewan tersebut harus tervaksinasi terlebih dahulu,” tambahnya.
Rencananya, bibit kedua vaksin tersebut akan diserahkan pada tanggal 20 Mei 2025 mendatang untuk diproses lebih lanjut di industri. Saat ini, pengembangan vaksin telah memasuki beberapa uji coba pada hewan.
“Proses pengujian pada hewan tidak serumit pada manusia, dan kami sudah melakukan uji coba pada beberapa hewan. Kami hanya menyiapkan bibit-bibit vaksinnya saja,” jelasnya.
Selain dua vaksin tersebut, Unair juga tengah mengembangkan beberapa varian vaksin lain, meski prosesnya masih berjalan lambat. “Kita juga sudah mengembangkan beberapa varian vaksin, tapi masih agak lambat, yang sudah siap untuk produksi, PMK dan flu babi,” ungkap Prof. Nasih.
Di sisi lain, Unair juga berhasil menghasilkan berbagai senyawa yang berpotensi menggantikan senyawa kimia. Namun, proses komersialisasi senyawa ini masih menghadapi tantangan biaya dan waktu.
“Kami akan terus mengembangkan senyawa-senyawa tersebut hingga menemukan komposisi yang paling ideal dan terjangkau,” tutupnya. [ipl/aje]






