Sumenep (beritajatim.com) – Masalah kesehatan dinilai menjadi masalah rentan yang harus diperhatikan para jemaah haji, mengingat perbedaan suhu yang cukup drastis di tanah air dan tanah suci.
“Saya mendapat informasi, di Makkah sekarang ini suhunya bisa mencapai 40-55 derajat celcius. Jadi sangat panas. Karena itu, para jemaah harus benar-benar memperhatikan kesehatan,” kata Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim saat memberangkatkan jemaah haji Sumenep, Kamis (08/05/2025).
Menurutnya, para jemaah haji harus menjaga fisik agar tetap fit, sehingga saat pelaksanaan ibadah haji di tanah suci lancar. Perbedaan cuaca yang cukup ekstrem itu rentan menimbulkan gangguan kesehatan.
“Karena itu harus betul-betul diatur waktunya, supaya energi tidak terkuras sia-sia. Asupan makanan harus cukup, dan banyak minum air supaya tubuh tidak dehidrasi,” ujarnya.
Sebanyak 929 dari 999 jemaah calon haji Sumenep yang tergabung dalam kloter 23, 24, dan 25 berangkat dari GOR A. Yani pada Kamis jam 00.30 WIB. Saat ini para jemaah telah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dalam keadaan sehat.
Di Asrama Haji Sukolilo, para jemaah menjalani ‘skreening’ kesehatan dan pengecekan administrasi, sebelum terbang ke tanah suci pada dini hari nanti.
“Kalau para jemaah ada yang merasa kurang sehat, silahkan langsung menghubungi petugas kesehatan, supaya segera mendapat penanganan. Bagi para petugas kesehatan, kami harap bisa melaksanakan tugas dengan baik dan memberikan pelayanan prima pada para jemaah,” ucap Imam Hasyim.
Jumlah jemaah calon haji yang tergabung di kloter 23 dan 24 sebanyak masing-masing 376 orang, kloter 25 sebanyak 177 orang, dan kloter 50 sebanyak 70 orang.
Untuk kloter 23 dan 24 seluruhnya merupakan jemaah asal Sumenep. Sedangkan kloter 25 gabungan Sumenep, Sampang, dan Surabaya. Untuk kloter 50, gabungan Sumenep, Sampang, dan Jember. Kloter 50 dijadwalkan berangkat pada 15 Mei 2025. (tem/but)






