Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membenarkan ada 13 penjaga warung kopi (warkop) di di kawasan Jalan Raya Siman-Jabung, Kecamatan Siman, yang terjangkit HIV. Dia menyebut bahwa para pekerja yang terpapar itu, semua berasal dari luar kota. Dari inspeksi mendadak yang dilakukan beberapa instansi yang dikoordinatori oleh Satpol PP Ponorogo, dari 29 pekerja warkop yang dilakukan skiring ada 13 yang positif HIV.
“Dari 29 penjaga warkop yang diperiksa, jujur memang ada 13 yang terpapar HIV,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (8/5/2025).
Bupati Sugiri kembali mengulangi bahwa dari jumlah yang terpapar virus tersebut, semuanya dari luar Kabupaten Ponorogo. Oleh karena itu, respon yang dilakukan yakni mengembalikan para pekerja itu ke daerahnya masing-masing. Namun, terkhusus untuk 13 orang yang positif HIV ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah asal mereka.
“Kami koordinasi dengan Pemerintah setempat, untuk dipulangkan. Kami tidak menyebut asal mereka di mana, karena itu sudah ranah privasi,” katanya.
Koordinasi itu dilakukan tentu untuk memberitahukan bahwa warganya ada yang terjangkit HIV. Dengan begitu, mereka akan waspada dan hati. Selain itu, bisa memantau langsung aktivitas sehari-hari yang dilakukan.
“Kami minta diawasi, diberikan mungkin mensin jahit, supaya masih bisa berkarya meski di rumah,” katanya.
Untuk diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo bakal menggencarkan skrining di berbagai titik rawan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hal itu dilakukan lantaran dipicu oleh temuan adanya 13 perempuan pekerja warung kopi di kawasan Jalan Raya Siman-Jabung, Kecamatan Siman, yang disinyalir terjangkit HIV.
Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Upaya skrining itu dilakukan untuk menekan persebaran dari virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
“Kami akan menyisir lokasi-lokasi lain yang memiliki potensi tinggi penularan, seperti tempat hiburan malam, karaoke, hingga kos-kosan,” kata Ayu, sapaan akrab Dyah Ayu Puspitaningarti. (end/but)






