Sumenep (beritajatim.com) – Bayi kembar tiga putra pasangan Ach. Idris dan Abdiyah, warga Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep dinyatakan mengalami stunting.
Bayi berumur 3 bulan ini saat lahir berat badannya hanya 1,1 kg, 1,2 kg, dan 1,3 kg. Bayi perempuan kembar 3 ini lahir dalam keadaan kurang bulan atau lahir sebelum waktunya. Saat ini ketiga bayi itu pertumbuhannya di bawah rata-rata.
Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi. Secara khusus, istri Bupati Sumenep Ach. Fauzi Wongsojudo ini mengunjungi kediaman Ach. Idris di Desa Prancak.
Dalam kunjungan tersebut, Nia didampingi jajaran TP PKK Kabupaten, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Baznas, serta tenaga medis dari Puskesmas setempat.
Ia menyerahkan bantuan berupa makanan tambahan bergizi, perlengkapan bayi, dan sejumlah uang tunai. Menurut Nia, merawat tiga anak sekaligus dalam kondisi stunting memerlukan perhatian ekstra.
“Kami hadir tidak hanya membawa bantuan, tapi juga memberikan semangat, dan dukungan kepada keluarga agar tetap optimis dalam merawat anak-anak mereka,” ujar Nia.
Ia mengatakan, stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan persoalan masa depan generasi penerus. Karena itu, stunting merupakan tanggung jawab bersama.
Nia juga memberikan edukasi seputar pentingnya pola makan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan seperti Posyandu dan Puskesmas.
“Pencegahan stunting sangat bergantung pada gizi seimbang dan perawatan yang teratur. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Pemerintah dan PKK selalu siap mendampingi,” tukasnya.
Setelah mengunjungi bayi kembar 3, Nia bersama rombongan melanjutkan ke lokasi berikutnya. Kali ini mengunjungi rumah Ibu Afifah, juga di Desa Prancak. Ibu Afifah memiliki satu bayi laki-laki yang mengalami stunting. Nia pun menyerahkan bantuan seperti yang diberikan pada bayi kembar 3.
“Sebenarnya stunting dapat dicegah dan ditangani jika diketahui sejak dini. Kami akan terus bergerak ke lapangan. Ini adalah wujud nyata kepedulian kami, agar anak-anak di Sumenep dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ucapnya.
Nia pun mendorong para kader PKK dan tenaga kesehatan di desa untuk lebih aktif memantau tumbuh kembang balita.
Sementara Ach. Idris, ayah bayi kembar tiga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian Ibu Nia dan Pemkab Sumenep. Semoga anak-anak kami bisa tumbuh sehat berkat dukungan ini,” harapnya. (tem/ian)






