Gresik (beritajatim.com) – Aparat Kepolisian terus mendalami kasus perampokan yang menimpa dua karyawan SPBU di Jalan Raya Krikilan, Driyorejo, Gresik. Aksi kejahatan yang terjadi pada pertengahan April 2025 tersebut sempat menggemparkan warga setempat, terutama karena dilakukan di siang bolong dan melibatkan senjata api.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus ini sudah berjalan secara intensif. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi serta merekonstruksi kejadian melalui rekaman kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, pihak kepolisian kini telah mengantongi identitas para pelaku perampokan. “Identitas pelaku sudah kami kantongi, anggota di lapangan sedang mengejar pelaku,” katanya, Selasa (6/5/2025).
Meski identitas pelaku sudah diketahui, pihak kepolisian belum mengungkapkan ciri-ciri pelaku kepada publik. Hal ini dilakukan agar proses pengejaran tidak terganggu. “Mohon doanya agar para pelaku perampokan bisa segera ditangkap,” ungkap Abid.
Peristiwa ini bermula ketika dua karyawan SPBU, Hermanto dan Junaidatur Rabiah, sedang membawa uang setoran sebesar Rp 130 juta ke bank. Di tengah perjalanan, mereka dirampok oleh sekelompok orang yang diduga berjumlah lebih dari dua orang.
Selain merampas uang dalam jumlah besar, aksi nekat itu juga menyebabkan seorang warga yang mencoba membantu korban mengalami luka tembak di bagian kaki.
Usai melancarkan aksinya, komplotan pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Korban perampokan diketahui merupakan karyawan SPBU 5461123 Driyorejo, Gresik.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para pelaku. [dny/suf]






