Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) resmi membuka pendaftaran jalur Seleksi Mandiri (Simandiri) untuk tahun akademik 2025/2026. Seleksi ini ditujukan bagi calon mahasiswa yang belum lolos melalui jalur SNBP dan SNBT, serta menawarkan dua mekanisme seleksi yang disesuaikan dengan tahun kelulusan pendaftar.
Wakil Direktur Bidang Akademik PENS, Bambang Sumantri, menjelaskan bahwa Simandiri dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama khusus diperuntukkan bagi lulusan tahun 2025, dengan mekanisme seleksi melalui jalur Prestasi Kemitraan, Prestasi Khusus, dan Putra Daerah. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor, prestasi akademik/non-akademik, dan bukti domisili atau asal sekolah untuk pendaftar dari wilayah PSDKU PENS seperti Lamongan dan Sumenep.
Sementara itu, gelombang kedua dapat diikuti oleh lulusan tahun 2023, 2024, dan 2025 atau peserta didik Paket C dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2025. Seleksi pada gelombang ini menggunakan sistem Tes UTBK Simandiri.
“Jika kuota program studi belum terpenuhi setelah gelombang pertama dan kedua, maka akan dibuka gelombang ketiga atau keempat dengan seleksi berbasis nilai UTBK,” ujar Bambang, Selasa (6/5/2025).
Berbeda dengan jalur SNBP dan SNBT, pendaftar melalui jalur Simandiri akan dikenai Iuran Pengembangan Institusi (IPI) satu kali serta Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.
PENS juga bekerja sama dengan vivo Indonesia dan Hoshizora Foundation dalam program beasiswa vivo NexGen Scholars, yang menyediakan 60 kuota beasiswa penuh selama empat tahun. Beasiswa ini terbuka untuk peserta jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri pada enam program studi prioritas, yakni Teknik Informatika, Sains Data Terapan, Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro Industri, dan Teknologi Game.
Program beasiswa vivo NexGen Scholars terdiri dari tiga tahap seleksi. Antara lain, seleksi dokumen dan esai, wawancara daring, dan pemeriksaan latar belakang. Dari keseluruhan proses, akan dipilih 60 penerima beasiswa yang dinilai layak secara akademik dan memiliki kondisi sosial yang sesuai.
Public Relations Manager vivo Indonesia, Alexa Tiara, menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan akses pendidikan di bidang sains dan teknologi untuk generasi muda Indonesia.
“Vivo Indonesia membuka lebih banyak akses pendidikan di bidang sains dan teknologi agar generasi muda Indonesia siap bersaing dan menjawab tantangan industri global,” tuturnya.
Pendaftaran untuk program beasiswa ini masih dibuka hingga 22 Juni 2025, dan masih banyak kesempatan terbuka bagi pendaftar jalur mandiri.
Informasi lebih lanjut terkait syarat dan pendaftaran beasiswa dapat diakses melalui laman resmi Hoshizora Foundation di https://hoshizora.org/vivo-nexgen-scholars/ atau melalui laman Penerimaan Mahasiswa Baru PENS di https://pmb.pens.ac.id/. [ipl/beq]






