Surabaya (beritajatim.com) – PT Bumi Suksesindo (PT BSI) selalu berupaya mengembalikan kelestarian Bukit Tumpang Pitu, area tambang emasnya, menjadi kawasan hijau kembali. Meskipun tambang utama di wilayah tersebut telah selesai pada 2022, potensi sumber daya baru memungkinkan eksplorasi hingga 2031.
PT BSI, yang telah meraih PROPER Biru, terus berupaya meraih PROPER Hijau dengan menghadapi tantangan pembukaan lahan baru untuk reklamasi. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan teknologi drone untuk hydroseeding, yang memudahkan penghijauan area sulit dijangkau. Selain itu, perusahaan ini juga bekerja sama dengan akademisi untuk riset reklamasi dan pengelolaan air asam tambang, serta menargetkan reklamasi 7 hektar lahan pada tahun ini.
Bagaimana perusahaan ini meneguhkan komitmen tersebut? General Manager of Operations (GMO) PT BSI, Roelly Fransza, berkenan membagikan pengalaman berharga tersebut kepada Penanggung jawab beritajatim.com, Ainur Rohim bersama Redaktur Ahmad Baiquni, serta jurnalis Renni Susilawati.
Pasca tambang tahun 2022, bagaimana perkembangan Bukit Tumpang Pitu saat ini?
Sebenarnya pasca tambang utama di tahun 2022 itu sudah selesai. Namun, seiring berjalannya waktu, kami menemukan adanya penambahan sumber daya (resources) yang secara ekonomis masih memungkinkan untuk dieksplorasi hingga perkiraan tahun 2026, bahkan life of mine (LOM) atau umur tambang, di luar potensi bawah tanah, bisa mencapai 2031. Meskipun demikian, komitmen kami terhadap lingkungan tetap menjadi prioritas utama.
PT BSI dikenal sebagai salah satu perusahaan tambang yang mendapatkan PROPER Biru. Bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai hal ini dan upaya perusahaan untuk meraih PROPER Hijau?
Betul. Kami sangat bangga menjadi salah satu perusahaan tambang mineral emas yang mendapatkan PROPER Biru dari pemerintah. Ini adalah pengakuan bahwa kami telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan dengan baik. Untuk meraih PROPER Hijau, tantangannya tentu lebih besar karena sejalan dengan peningkatan produksi, terkadang kami perlu membuka kembali area yang sebelumnya sudah direklamasi, seperti di waste dump.

Bagaimana PT BSI mengatasi tantangan pembukaan lahan kembali dan apa saja persyaratan yang harus dipenuhi?
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum membuka lahan kembali. Salah satunya adalah penyediaan lahan pengganti atau land swap di dalam area IUP kami. Komitmen terhadap reklamasi dan pengelolaan lingkungan ini menjadi perhatian utama pemerintah, dan kami selalu berusaha keras untuk mengikuti semua regulasi dan mengedukasi pihak internal mengenai pentingnya praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Kami bangga karena berdasarkan data April 2025, dari sekitar 3.400 pekerja di Tujuh Bukit Operations, yang terdiri dari karyawan PT BSI dan para mitra kerja, 99 persen adalah tenaga kerja Indonesia. Kami juga aktif berkolaborasi dengan akademisi, seperti teman-teman dari IPB, untuk mendukung riset dan inovasi di bidang reklamasi.
PT BSI memanfaatkan teknologi drone untuk hydroseeding. Apa yang menjadi latar belakang dan target penggunaan teknologi ini?
Benar. Salah satu inovasi yang kami terapkan adalah penggunaan drone untuk hydroseeding. Target utama kami adalah menjangkau area-area yang sulit diakses oleh manusia secara konvensional, terutama area-area yang eye-catching bagi masyarakat dan wisatawan, seperti di sekitar Pulau Merah. Selain untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan, kami juga menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara operasional tambang dan pariwisata.
Selain menjangkau area sulit, apa keunggulan lain dari penggunaan drone hydroseeding ini?
Sebagai perangkat tanpa awak, penggunaan drone menghilangkan faktor risiko kecelakaan terhadap karyawan kami; terutama mengingat sasaran utama drone ini adalah lereng-lereng curam dan tinggi. Drone memungkinkan penyebaran benih dan media tanam secara lebih merata dan efisien di area yang tidak bisa diakses oleh truk hydroseeder kami.
Kami juga melakukan uji coba berbagai jenis tanaman lokal di nursery kami, termasuk potensi perkawinan silang untuk menghasilkan tanaman yang lebih adaptif dengan kondisi lahan pasca tambang. Kami menyadari bahwa kondisi tanah pasca tambang tidak selalu ideal, sehingga kami juga bekerja sama dengan akademisi untuk mencari solusi penanaman di lahan yang kurang subur. Ini adalah bentuk sharing ilmu dan kontribusi kami terhadap riset di bidang reklamasi.

PT BSI juga memiliki program pengelolaan Air Asam Tambang. Bagaimana peran tanaman dalam program ini?
Air Asam Tambang (AAT) adalah tantangan nyata dalam industri pertambangan. Dalam pengendaliannya di Tujuh Bukit Operations, kami melakukan beberapa upaya; salah satunya adalah upaya vegetatif. Upaya ini melibatkan pembuatan fasilitas penampungan air dengan lapisan organik dan penanaman berbagai jenis tanaman seperti Tifa dan Kayu Putih, yang efektif dalam menyerap dan menetralkan asam. Tanaman-tanaman ini membantu menjaga kualitas dan baku mutu air di tambang kami, sehingga dapat kami daur ulang dan gunakan kembali; salah satunya sebagai air untuk mandi dan keperluan domestik lainnya di Tujuh Bukit Operations.
Bagaimana PT BSI melibatkan pihak akademisi dalam upaya reklamasi ini?
Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan akademisi. Kami menyediakan fasilitas dan akses ke area tambang kami secara gratis sebagai laboratorium riset. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan para ahli, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI) untuk konservasi dan pemantauan lingkungan, sangat penting untuk kemajuan praktik pertambangan berkelanjutan.

Berapa target luasan area yang akan direklamasi PT BSI tahun ini?
Dalam komitmen kami kepada pemerintah, kami menargetkan reklamasi sekitar 7 hektar lahan. Namun, realisasinya akan bertahap dan disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk faktor cuaca. Kami secara rutin melaporkan progres reklamasi kepada pemerintah. Komitmen terhadap reklamasi ini bukan hanya untuk memenuhi persyaratan perizinan, tetapi juga merupakan wujud tanggung jawab kami terhadap lingkungan dan generasi mendatang. Kami juga memiliki dana jaminan reklamasi yang cukup untuk memastikan komitmen ini terlaksana. [rea/beq]






