Malang (beritajatim.com) – Program bayi tabung (IVF) banyak diminati oleh pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran buah hati. Morula IVF Surabaya yang memiliki progran itu menggelar acara bertajuk ‘Goes to Kota Malang – From Prayers to Miracle’.
Mereka berbagi kisah inspiratif terkait pasangan yang berhasil mewujudkan mimpi menjadi orang tua lewat program bayi tabung. Dimulai dari kisah pasangan Shirly dan Habib yang sukses setelah tujuh tahun menanti sang buah hati. Adapula Natalia dan David yang berhasil melalui dua program IVF bersama dr. Benediktus Arifin.
“Bersyukur rasanya bisa menjadi bagian dari perjuangan Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag dalam menjalani program IVF di Morula IVF Surabaya. Kami membantu mewujudkan keinginan mereka untuk menghadirkan buah hati yang ketiga yang lahir di tahun naga sesuai harapan Jessica dan Vincent,” ujar Benediktus Arifin, Senin, (5/5/2025).
Pasangan selebritas Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag termasuk sukses menjalani bayi tabung di Morula IVF Surabaya hingga kelahiran anak ketiga mereka. Morula IVF Surabaya berusaha memudahkan orangtua yang sedang berjuang mendapatkan buah hati di berbagai daerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Penggunaan teknologi di Morula IVF diklaim modern. Melalui teknologi terbaru seperti PGT-A dan PGT-M, pasien bisa terbantu dengan menyaring dan memantau perkembangan embrio berkualitas agar sang anak nantinya bisa tumbuh kembang dengan baik tanpa memiliki riwayat penyakit keturunan dari orang tua.
“Ada beberapa pasien yang berhasil menggunakan teknologi tersebut salah satunya dari Malang,” ujarnya.
Sementara Kepala TRB (Teknik Reproduksi Berbantu) Morula IVF Surabaya, dr Jimmy mengatakan, komitmennya dalam membantu orang tua untuk memiliki keturunan. Morula IVF Surabaya National Hospital memiliki akreditasi internasional Reproductive Technology Accreditation Committee (RTAC) yang diakui dunia IVF internasional.
“Di Morula IVF Surabaya mempunyai success rate sebesar 75 persen dalam melayani pasien selama 12 tahun,” ujar Jimmy.
Sedangkan Division Head of Operation Surabaya, dr Arik Lisarja mengatakan untuk pasien dari Malang bisa mendapat pelayanan antar jemput tanpa harus menginap. Menurutnya, tingkat keberhasilan metode di Morula IVF bisa tinggi asal tidak terlambat. Baiknya proses pemeriksaan atau screening dilakukan sebelum usia sang ibu belum mencapai 35 tahun lebih atau kurang dari 10 tahun usia pernikahan.
“Sebenarnya tidak ada kriteria tertentu dalam program ini. Biasanya pasien terlambat baru mau screening konsultasi kandungan di umur 35 tahun lebih. Nah, ini sudah telat karena bisa turunkan angka keberhasilan,” kata Arik. (luc/but)






