Banyuwangi (beritajatim.com) – Sahri (65), seorang nelayan asal Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Senggrong, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazahnya ditemukan oleh nelayan pada koordinat 8°16’21.9″S 114°23’15.1″E dan dilaporkan ke Pos AL Blimbingsari.
Kepala Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi dari Pos AL Blimbingsari, tiga personel Pos SAR Banyuwangi bersama kru ABK KAL Sembulungan Lanal Banyuwangi langsung diberangkatkan dari Pantai Boom menuju lokasi penemuan sejauh 3,48 mil laut.
“Usai menerima informasi selanjutnya pukul 14.00 WIB tiga personil Pos SAR Banyuwangi beserta crew ABK KAL Sembulungan Lanal Banyuwangi berangkat dari pantai boom ke titik lokasi penemuan sejauh 3.48 NM,” ujar Wahyu.
Sekitar pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah yang diperkirakan adalah Sahri dengan bantuan perahu nelayan. Jenazah kemudian dibawa ke Pantai Boom.
“Pukul 16.20 WIB KAL Sembulungan tiba di pantai boom selanjutnya korban dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut dan menunggu hasil proses identifikasi,” jelasnya.
Wahyu menambahkan bahwa laporan kehilangan Sahri telah diterima sejak Senin (5/5/2025). Setelah proses identifikasi dilakukan dan pihak keluarga membenarkan identitas korban, jenazah langsung dibawa ke kampung halamannya di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
“Benar jenazah tersebut adalah Sahri nelayan Bali yang dilaporkan hilang, pihak keluarga juga telah membenarkan. Setelah itu pada Senin (5/5/2025) malam jenazah dibawa ke Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali bersama keluarganya,” pungkas Wahyu. [alr/beq]






