Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Persik Kediri dalam laga pekan ke-31 Liga 1 2025 yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (5/5/2025). Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad Bajol Ijo yang sempat unggul namun harus kebobolan di detik-detik akhir pertandingan.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Ia menyoroti buruknya konsentrasi tim di menit akhir yang membuat kemenangan di depan mata sirna. “Kami memiliki banyak peluang, 7-8 peluang gol. Tapi detik-detik terakhir kami kebobolan yang seharusnya tidak pernah terjadi,” ujar pelatih asal Irlandia Utara itu.
Secara statistik, Persebaya tampil cukup efektif meski kalah dalam penguasaan bola. Mereka mampu menciptakan total 14 tembakan dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, Persik hanya mencatatkan 9 peluang dengan 5 tembakan tepat sasaran. Namun keunggulan tersebut tak cukup untuk mengamankan tiga poin.
“Kami kecewa karena secara mentalitas kami ingin menang. Ini pertandingan yang harusnya kami menangkan,” imbuh Munster.
Kekecewaan serupa juga disampaikan pemain Persebaya, Kadek Raditya, yang merasa terpukul dengan gol telat yang dicetak oleh Persik. “Mewakili pemain saya minta maaf atas hasil yang terjadi. Kami benar-benar terpukul dengan gol terakhir itu,” ucap Kadek.
Persebaya sebenarnya unggul lewat gol dari Bruno Moreira (34’), Flavio Silva (45’), dan Malik Risaldi (47’). Namun Persik mampu menyamakan skor melalui Ramiro Fergonzi (39’, 90+6’) dan Ze Valente (53’). Gol penyeimbang dari Fergonzi di menit ke-96 menjadi penentu hasil akhir pertandingan.
Akibat hasil imbang ini, Persebaya gagal naik ke posisi dua klasemen sementara meski mengoleksi 54 poin—sama dengan Dewa United—namun kalah dalam head-to-head. Situasi ini dimanfaatkan Persib Bandung yang otomatis dinyatakan sebagai juara Liga 1 musim 2025 dengan perolehan 64 poin, yang secara matematis sudah tak terkejar lagi meski musim menyisakan tiga laga.
Hasil ini tentu disambut bahagia oleh kubu Persib Bandung yang akhirnya mengunci gelar juara lebih awal, sedangkan bagi Persebaya, hasil ini menjadi refleksi penting menjelang dua laga terakhir musim yang masih menyimpan potensi perebutan posisi runner-up. [way/ian]






