Surabaya (beritajatim.com) – Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur menunjukan taringnya di hadapan para penjahat yang meresahkan masyarakat. Dalam waktu 5 bulan, Subdit pimpinan AKBP Arbaridi Jumhur itu sudah menembak mati 3 pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).
Keran tindakan tegas dari anggota Jatanras Polda Jatim itu dibuka pada bulan November 2024 kemarin. Saat itu, Anggota Jatanras Polda Jawa Timur menembak mati bandit curanmor yang cukup terkenal dan sudah bolak balik masuk penjara yaitu Sobirin (28) asal Pasuruan. Ia ditembak mati lantaran melawan saat akan diamankan petugas di Kawasan Masjid Agung. Sobirin nekat melemparkan bondet ke arah petugas. Beruntung bondet yang dilempar tidak meledak.
Dari catatan kepolisian, Sobirin sudah 3 kali masuk penjara. 2 diantaranya diamankan Polda Jatim pada tahun 2015 dan 2018. Saat diamankan pada tahun 2018, Sobirin juga dilumpuhkan oleh petugas dengan menembak kedua kakinya. Namun, ia kembali ditembak oleh anggota Jatanras Polda Jatim di bagian dada pada November 2024. Tembakan itu juga mengakhiri perjalanan catatan kriminal Sobirin.
4 bulan kemudian pada Maret 2025, Anggota Jatanras Polda Jatim kembali menembak pelaku curanmor asal Madura berinisal Y (30). Selain mencuri sepeda motor, Y juga dikenal sebagai raja begal yang sudah beraksi di sejumlah tempat. Ia dikenal bengis karena hampir semua korbannya dilukai.
Dari informasi yang dihimpun, Y biasa beraksi bersama 3 rekannya yang saat ini sudah ditahan di Polda Jatim. Dalam seminggu, Y bisa beraksi hingga 4 kali. Ia juga sudah 3 kali masuk penjara. Namun bukannya kapok, ia malah melakukan aksinya kembali di Jalan Ir. Soekarno (Merr). Hingga petugas menembakan peluru di dada karena hendak membacok petugas.
Terbaru, Anggota AKBP Arbaridi Jumhur menembak pelaku curanmor berinisial A (30) asal Pasuruan pada Senin (5/5/2025). Ia ditembak peluru tepat di dada sebelah kiri setelah melempar bondet ke arah petugas. Dari catatan kepolisian, ia sudah pernah ditahan di Polres Mojokerto, Polres Pasuruan, Polresta Sidoarjo dan Polres Probolinggo. A dikenal sebagai bandit spesialis mobil dan pick up. Ia juga selalu membawa senjata tajam dan bondet untuk melukai korbannya apabila aksi pencurian ketahuan.
“Semalam memang kita sudah intai tersangka A hingga akhirnya dia hendak mencuri di Pasuruan,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur.
Jumhur mengatakan, ketiga bandit yang ditembak mati lantaran melawan saat akan diamankan. Mereka sudah berani untuk membahayakan nyawa petugas di lapangan sehingga perlu dilakukan pembelaan.
“Dari dulu saya tidak pernah segan untuk menindak tegas pelaku kejahatan. Apalagi ketika mereka membahayakan anggota yang bertugas dan masyarakat sekitar,” pungkas Jumhur.
Sosok Arbaridi Jumhur memang terkenal tegas. Perannya saat menjabat Kanit Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Surabaya juga masih melekat di ingatan masyarakat. Jumhur menegasakan, kunci sukses adalah bersinergi dengan masyarakat dan selalu percaya kepada kerja tim anggotanya. (ang/but)






