Barcelona (beritajatim.com) – Laga leg pertama semifinal Liga Champions antara FC Barcelona dan Inter Milan berakhir imbang 3-3 dalam pertandingan penuh drama di Estadio Olimpic Lluis Companys, Barcelona, pada Rabu (1/5/2025) dini hari. Hasil ini membuat leg kedua di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, pekan depan menjadi penentuan mutlak siapa yang berhak lolos ke final.
Meski datang dengan kondisi psikologis berbeda—Barcelona masih memburu quadruple sementara Inter baru saja gagal meraih treble—justru Nerazzurri tampil mengejutkan. Gol kilat Marcus Thuram saat laga baru berjalan 30 detik langsung mengubah arah pertandingan. Denzel Dumfries kemudian menambah keunggulan Inter di menit ke-20.
Namun, reaksi cepat tuan rumah membuat laga menjadi terbuka. Barcelona membalas lewat Lamine Yamal pada menit ke-24 dan Ferran Torres di menit ke-38, menjadikan skor imbang 2-2 sebelum turun minum.
Di babak kedua, Dumfries mencetak gol keduanya di menit ke-64, membawa Inter kembali memimpin. Sayangnya, hanya semenit berselang, kiper Inter Yann Sommer mencetak gol bunuh diri yang membuat skor kembali imbang 3-3.
Tanpa aturan gol tandang, leg kedua di Milan pada Rabu (7/5) dini hari menjadi laga hidup-mati. Pelatih Barcelona Hans-Dieter Flick menyebut duel nanti sebagai “final sebelum final”.
“Kami memulai laga dengan buruk. Untuk pengalaman, skuad lebih unggul dari kami. Second leg pekan depan adalah final sebelum final,” ujar Flick seperti dilansir laman resmi klub.
Barcelona kini menghadapi tekanan besar karena harus menang di leg kedua sambil menjaga peluang menyapu bersih sisa laga LaLiga. Dari lima jornada tersisa, mereka wajib memenangi empat, termasuk duel El Clasico pada 11 Mei mendatang.
Sementara itu, hasil imbang di kandang lawan menjadi angin segar bagi Inter Milan yang juga tengah berjuang di Serie A. Mereka tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen SSC Napoli dan wajib menyapu bersih empat laga tersisa untuk menjaga asa juara.
“Menghadapi tim terbaik dunia saat ini, Anda harus memulainya dengan baik. Kami melakukannya. Kami harus memperbaiki itu di second leg,” ucap pelatih Inter Simone Inzaghi dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Pertarungan sengit di Giuseppe Meazza diyakini akan menjadi salah satu laga paling menentukan musim ini bagi kedua tim. [dio/beq]






