Surabaya (beritajatim.com) – Real Madrid harus mengakui keunggulan musuh bebuyutannya, Barcelona di kandang sendiri, Santiago Bernabeu (21/03). Ketidakhadiran Karim Benzema sebagai kapten sekaligus ujung tombak El Real terasa ada celah. Bahkan El Real sudah kebobolan dua gol di babak pertama. Pertandingan itu pun berakhir dengan skor telak 4–0 bagi kemenangan tim tamu.
Kendati kalah dari Barcelona, Madrid masih cukup menakutkan di UCL, terutama bagi lawan yang akan dihadapinya, Chelsea.
Menurut Jack Pitt-Brooke dari The Independent, hal utama yang harus dibutuhkan saat bermain di kompetisi Eropa adalah pengalaman. Hal ini yang Madrid lakukan karena mayoritas pemain yang dimiliki memiliki pengalaman internasional.
Jika mengamati skuad Madrid pada musim ini, nyaris semua pemain adalah pemain berlabel timnas senior maupun junior. Apalagi ada nama seperti Benzema, Modric, Kroos, Casemiro, Isco, dan Marcelo pernah merasakan hattrick Liga Champions bersama Real Madrid. Sehingga skuad mereka benar-benar ditakuti.
Di samping itu, tanpa banyak orang sadar, ternyata arti nama “Real” di depan nama Madrid adalah “kerajaan”. Penamaan itu buka sembarangan karena memang pemberian dari Raja Spanyol pada zaman dulu.
Apalagi, sekitar 100 tahun yang lalu, Madrid memperoleh dukungan penuh dari Raja Alfonso XIII. Oleh sebab itu, pantas jika penyematan nama Real benar-benar terasa saat tim mereka bermain di UCL karena pada akhirnya mereka mampu menjadi Raja Eropa dengan 13 gelar UCL mereka.
Felipe Luis yang saat itu masih bermain di Atletico pernah berkomentar agar timnya tak bertemu dengan Real Madrid di semifinal UEFA Champions League musim 2015/16.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Real Madrid”]
Felipe berpendapat jika Madrid jelas sudah tahu kekuatan rival sekotanya itu, apalagi pengalaman Madrid di pentas Eropa sudah tak dapat diragukan lagi.
Terhitung dalam kurun 10 musim terakhir (termasuk musim ini hingga melawan PSG), Madrid sudah sukses memenangkan 71 dari 112 pertandingan UCL atau rasio kemenangan mereka sebesar 63,39%.
Namun, Madrid juga pernah ternodai dengan kekalahan telak 4-1 dari Dortmund dan Ajax, juga 3-0 dari PSG, selain dari itu hanya kalah tipis saja. (dan/ian)






