Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PT Mekabox Internasional menggelar pelatihan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, Bank Sampah. Pelatihan diberikan distributor kertas di Kantor Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Puluhan warga dan perangkat desa yang mengikuti pelatihan tampak antusias belajar tentang cara mengelola sampah rumah tangga secara bijak. Pelatihan menghadirkan narasumber dari praktisi lingkungan serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto. Materi disampaikan narasumber secara menarik dan aplikatif.
Seperti cara memilahan jenis sampah, teknik pengelolaan sampah rumah tangga, serta tata kelola operasional Bank Sampah yang efektif. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada lingkungan dan pengembangan komunitas lokal.
“Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah. Tetapi juga mampu menjadikannya peluang ekonomi serta membentuk kebiasaan hidup bersih yang berkelanjutan,” ungkap HR-GA Manager PT Mekabox Internasional, Hendro Djarot.
Lebih lanjut, ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong aksi nyata masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Hendro berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal perubahan kebiasaan dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih bijak.
PT Mekabox Internasional juga berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam implementasi program ini, termasuk kemungkinan kerja sama lanjutan dengan kelompok-kelompok warga. Bank Sampah bukan sekadar solusi pengelolaan limbah, tetapi juga awal dari terbentuknya ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
“Maka menjadi penting kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Semoga hasil dari pelatihan ini dapat menjadi berkah bagi kita semua,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sukoanyar, Priyanto mengapresiasi inisiatif PT Mekabox Internasional tersebut. Ia berharap pelatihan tersebut menjadi pemicu semangat warga untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai. “Alhamdulillah, semoga ilmu yang diperoleh bisa diteruskan dan ditindaklanjuti. Sampah bisa menjadi berkah jika dikelola dengan niat dan ketekunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran stakeholder, seperti Bank Sampah Indonesia dan PT Mekabox Internasional, dalam mendukung langkah nyata masyarakat setelah pelatihan. Ia mengaku sangat senang atas adanya kolaborasi tersebut karena warga Desa Sukoanyar dapat mengelolah sampah menjadi barang yang bernilai.
“Tentunya hal ini tidak lepas dari stakeholder yang berkaitan yaitu Bank Sampah Indonesia dan tentunya PT Mekabox Internasional. Semoga akan ada tindak lanjut langsung oleh masyarakat setelah mendapatkan ilmu untuk memilah dan memilih sampah,” pesannya. [tin/kun]






