Malang (beritajatim.com) – Wajah Iswati Nurfaridah (41) tampak berseri. Senyum lepas itu bukan tanpa alasan. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai sales Yakult ini akhirnya bisa kembali mengendarai motor kesayangannya yang sempat raib digondol maling.
Motor Honda Vario merah yang biasa menemaninya menyusuri jalanan Kepanjen, Kabupaten Malang, hilang saat ia sedang mengantar pesanan di tepi Jalan H.M. Sun’an, Sabtu siang (26/4/2025). Aksi pencurian itu sempat terekam CCTV dan menyebar luas di media sosial, menggugah simpati banyak pihak.
Namun, hanya dalam waktu dua hari, Tim Unit Resmob 4 Satreskrim Polres Malang bersama Unit Reskrim Polsek Kepanjen berhasil mengungkap kasus tersebut. Pelaku, Jafar Sodiq (39), dibekuk di kawasan Perumnas Talangagung, Kepanjen, beserta barang bukti motor milik korban.
“Saya ucapkan terima kasih bapak polisi, sudah membantu. Dalam waktu dua hari sudah ketemu. Terima kasih pak polisi,” ucap Iswati dengan mata berkaca-kaca saat menghadiri jumpa pers di Mapolres Malang, Selasa (29/4/2025).
Iswati mengaku, motor itu bukan sekadar kendaraan. Di balik roda dan bodi merahnya tersimpan cerita perjuangan. Ia membeli motor tersebut pada 2017, hasil menabung selama bekerja di Yakult—pekerjaan yang telah digelutinya selama lebih dari satu dekade.
“Saya beli sepeda motor tersebut pada 2017, sudah kerja di Yakult 11 tahun. Sudah lunas kredit,” katanya dengan suara lirih namun mantap.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak menerima donasi dari pihak manapun. “Saya tidak menerima donasi dari siapapun, karena sepeda motor saya sudah ketemu. Terima kasih, saya sudah bisa kerja lagi, bisa mengirim Yakult lagi,” tambahnya, menandai kembalinya semangat untuk terus bekerja.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, membenarkan bahwa pelaku telah ditahan dan barang bukti berhasil diamankan.
“Pelaku saat ini sudah kami tahan di Polsek Kepanjen. Barang bukti sepeda motor milik korban juga sudah kami amankan,” tegasnya.
Nur juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan, terutama di tempat umum.
“Kami imbau masyarakat, apabila menggunakan kendaraan bermotor hendaknya lebih hati-hati. Pastikan memarkir kendaraan di tempat aman, dan gunakan kunci ganda untuk menambah keamanan,” pungkasnya.
Kisah Iswati menjadi pengingat bahwa di balik setiap kehilangan, selalu ada harapan yang bisa ditemukan kembali—terutama ketika hukum dan hati nurani bekerja bergandengan. (ted)






