Surabaya (beritajatim.com) – Lapangan Jatim Seger yang terletak di kawasan Kertajaya Indah, Surabaya, menjadi sorotan masyarakat karena minimnya penerangan yang berdampak pada kenyamanan dan keamanan saat digunakan untuk aktivitas olahraga di malam hari. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Cahyo, petugas keamanan lapangan, yang menyebut persoalan ini telah berlangsung sejak beberapa bulan setelah peresmian oleh Gubernur Jawa Timur pada Februari 2023 lalu.
“Memang lapangan ini lampunya kurang jadi butuh sekali penerangan demi keamanan dan kenyamanan baik pelari maupun para keamanan yang berjaga di dalam lapangan,” ujar Cahyo, Kamis (24/4/2025) malam saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, dari total 14 lampu yang terpasang di area lapangan, hanya 7 lampu yang berfungsi dengan baik. Sisanya dalam kondisi mati, sehingga pencahayaan di area tersebut menjadi sangat terbatas saat malam hari.
“Lampu ada dan terpasang tapi tidak semua nyala, terhitung dari 14 lampu yang mati ada 7 dan yang nyala juga ada 7 jadi kita harus ekstra kerja keras kalau sudah malam,” imbuhnya.
Kondisi ini membuat pengelola lapangan mengambil langkah antisipatif dengan membatasi jam operasional. Jika lapangan umum lain di Surabaya seperti Bogowonto atau Thor dapat digunakan hingga pukul 22.00 WIB, Lapangan Jatim Seger hanya dibuka hingga pukul 21.00 WIB.
“Kita buka dari jam 05.00 pagi hingga jam 21.00 ya antisipasi, seperti ini kita pihak keamanan masih mengobrak para pelari supaya segera keluar jika jamnya sudah habis karena takutnya karena lapangan ini remang-remang dimanfaatkan oleh pasangan muda-mudi mesum, karena sebelumnya saya memergoki pasangan sesama jenis berbuat kurang baik,” ungkap Cahyo.
Selain penerangan, lapangan yang berada di bawah pengelolaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur ini juga belum dilengkapi dengan fasilitas ruang kesehatan yang seharusnya menjadi standar di ruang olahraga publik milik pemerintah provinsi.
Keluhan dari masyarakat terkait minimnya fasilitas di Lapangan Jatim Seger sebelumnya juga telah banyak disuarakan. Warga berharap agar Dispora Jatim segera melakukan evaluasi dan peningkatan sarana, terutama dalam hal penerangan dan ketersediaan fasilitas pendukung lainnya demi menciptakan ruang olahraga yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh pengguna. [way/ian]






