Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 136 pejabat struktural Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) resmi dilantik di Gedung At Tauhid Tower, Selasa (22/4/2025). Pelantikan ini menandai awal periode kepemimpinan baru di berbagai unit UM Surabaya.
Mereka yang dilantik terdiri dari Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur Pascasarjana, Kepala Biro, Kepala Lembaga, Kepala UPT, Kaprodi, dan Sekprodi.
Rektor UM Surabaya, Mundakir, dalam sambutannya menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen dan profesionalisme tinggi.
“Pelantikan bukan sekadar kemuliaan personal. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan komitmen dan profesionalisme tinggi,” ujarnya.
Mundakir memaparkan tiga target strategis periode ini. Antara lain sebagai berikut:
1. Peningkatan Jumlah Mahasiswa Baru: UM Surabaya menargetkan peningkatan signifikan jumlah mahasiswa baru hingga 3.000 orang per tahun. Target ini bertujuan menjadikan UM Surabaya sebagai pilihan utama calon mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun internasional.
2. Peningkatan Budaya Mutu Menuju Akreditasi Internasional: Pembangunan budaya mutu di semua lini, meliputi aspek akademik, sumber daya manusia, dan implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, menjadi fokus utama.
Target akhir adalah pencapaian akreditasi internasional untuk meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global. Seluruh dosen diwajibkan memiliki jabatan fungsional minimal dalam dua tahun ke depan.
3. Evaluasi Kinerja Berkala: Sistem evaluasi kinerja setiap dua tahun akan diterapkan untuk semua level kepemimpinan. Pejabat yang tidak menunjukkan performa baik dalam dua tahun akan diganti. Sistem penilaian kinerja berbasis indikator capaian akan diterapkan untuk mendorong peningkatan performa dan kepercayaan publik.
Mundakir mengajak seluruh pejabat struktural untuk berkolaborasi dan menghindari ego sektoral. Ia juga meminta mereka untuk memahami dan menjalankan Rencana Strategis dan Inovasi (Renstra Renov).
Sebagai inovasi, pejabat struktural wajib menulis target capaian mereka melalui aplikasi digital AKSI (Aplikasi Kinerja Strategis Institusi). Capaian yang ditampilkan di videotron membentuk lambang pohon, melambangkan pertumbuhan yang berakar kuat dan berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time capaian program kerja masing-masing unit.
Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut Prof. Achmad Jainuri (Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah), Dr. HM. Sulthon Amien, MM (Ketua Badan Pembina Harian UM Surabaya), dan Ir. Tamhid Masyudi, MT (Wakil Ketua PWM Jawa Timur). [ipl/suf]






