Jember (beritajatim.com) – Abdullah Waid, Ketua Laskar Sholawat Nusantara (LSN) Kabupaten Jember, Jawa Timur, ingin memperbaiki Asosiasi Sepak Bola Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askan PSSI) setempat dengan mencalonkan diri menjadi ketua periode kepengurusan 2025-2029.
“Kalau saya lihat, Askab selama ini seperti mati suri. Tidak banyak perubahan. Kami ingin ada perubahan yang baik dalam manajemen pembinaan pemain usia dini,” kata Waid.
Waid adalah satu-satunya bakal calon ketua Askab yang mengembalikan formulir pendaftaran dengan didukung Sekolah Sepak Bola (SSB) Hercules Football, anggota Askab PSSI Jember yang punya hak suara.
Sepuluh kandidat lainnya tidak mengembalikan formulir kepada Komite Pemilihan Askab PSSI Jember pada 14-17 April 2025. Musyawarah Askab PSSI Jember akan dilangsungkan pada 3 Mei 2025.
Sebagai tokoh organisasi sosial keagamaan yang didirikan Muhammad Fawait, Waid menegaskan, bahwa pencalonannya tak terkait dengan bupati Jember tersebut. “Tidak ada korelasinya,” katanya.
Menurut Waid, Fawait memberikan keleluasaan kepada kader-kader LSN. “Tidak ada intervensi beliau atau perintah beliau. Beliau open minded terhadap kader-kadernya,” katanya.
Fawait hanya menitipkan satu pesan kepada para kader LSN yang berkiprah dan menungkatkan kapasitas individu di bidang sosial kemasyarakatan. “Di mana pun berada, yang penting kalau urusan kegiatan keagamaan, ojo lali moco sholawat,” kata Waid.
Waid menjelaskan kesukaannya terhadap sepak bola telah berlangsung lama. “Saya senang bermain sepak bola walau bukan pemain profesional. Saya juga menyumbang untuk teman-teman yang bertanding,” katanya.
Waid mengaku sejak lama membina Sekolah Sepak Bola Hercules Football di Desa Curah Malang, Kecamatan Rambipuji. Kendati belakangan tidak begitu intensif karena kesibukan, dia tak pernah kehilangan minat terhadap sepak bola.
Jika terpilih menjadi ketua Askab PSSI Jember, mantan komisioner panitia pengawas pemilu tingkat kabupaten ini akan membenahi internal organisasi lebih dulu. “Saya berharap ada silabus resmi pembinaan. Selama ini saya melihat tidak ada,” katanya.
“Paling utama adalah soal pendanaan. Katanya kemarin Askab tidak ada yang memperhatikan, baik pemerintah kabupaten maupun NGO (organisasi non pemerintah). Kami akan coba berkolaborasi,” kata Waid.
Sekretaris Askab PSSI Jember Andik Slamet membenarkan, bahwa selama dipimpin Try Sandi Apriana, tidak ada bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Namun Askab PSSI Jember 2021-2025 bisa menyelenggarakan kegiatan dengan biaya mandiri. “Selama 2024-2025 saja, kami sudah melaksanakan delapan kegiatan pembinaan,” kata Andik saat dihubungi terpisah, Selasa (22/4/2025).
Pembinaan tersebut antara lain liga pelajar tingkat sekolah dasar, liga pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah, liga pelajar tingkat sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah, liga pelajar tingkat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, dan sekolah menengah kejuruan.
Selain itu, Askab PSSi Jember juga menggelar kompetisi Jember Football League. U-17, Jember League U-8, Jember League U-10, dan Jember League U-12. “Kompetisi U-10 dan U-12 masih berjalan,” kata Andik.
Kepengurusan Askab PSSI Jember 2021-2025 juga menorehkan catatan gemilang dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2022 dengan meraih medali emas sepak bola putra untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Tim Jember berhasil mengalahkan Kabupaten Pasuruan 1-0 dalam babak final. [wir]







1 Komentar
Semoga sepak bola jember lebih baik, tidak hanya ngomong aja… Askab jember butuh orang yang peduli dengan perkembangan sepak bola dan bisa menghidupi sepak bola, bukan hidup dari sepak bola, kompetisi bukan hanya untuk usia dini maupun anak, kompetisi askab juga bisa diputar dan menjaring pemain potensial yang bisa mengharumkan sepak bola jember… (Cikal bakal PERSID)…