Bondowoso (beritajatim.com) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso mencatat bahwa realisasi luas areal tanam tembakau pada tahun 2024 mencapai 8.424,40 hektar. Angka ini menunjukkan geliat positif budidaya tembakau di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Kepala DPKP Bondowoso, Hendri Widotono, menyampaikan bahwa pada tahun 2025, pihaknya tidak lagi menargetkan luasan lahan sebagai fokus utama. Sebaliknya, dinas akan memprioritaskan peningkatan hasil produksi dan kualitas tembakau yang ditanam oleh petani.
“Realisasi luas areal tembakau tahun 2024 adalah 8.424,40 hektar,” kata Hendri kepada beritaJatim.com, Selasa (22/4/2025).
Ia menambahkan, rencana tanam untuk tahun 2025 diproyeksikan mencapai 8.912,874 hektar. Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi para petani tembakau adalah ketidakpastian harga pasar.
“Situasi ini membuat para petani kerap dihadapkan pada risiko kerugian jika hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi,” bebernya.
Sebagai respons terhadap persoalan tersebut, DPKP mendorong para petani untuk meningkatkan kualitas tembakau yang dihasilkan. Harapannya, kualitas yang lebih baik akan berdampak langsung pada harga jual yang lebih tinggi serta peningkatan pendapatan petani.
“Kami berharap peningkatan kualitas tembakau, sehingga petani bisa menuai untung dari pertaniannya,” katanya.
Dalam mendukung budidaya tembakau yang lebih efisien, DPKP juga mengimbau agar petani memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG. Hal ini penting sebagai acuan dalam mengatur jadwal tanam dan pola perawatan tanaman tembakau.
“Informasi cuaca penting sebagai acuan dalam mengatur jadwal tanam dan pola perawatan tanaman,” bebernya.
Untuk memperkuat kapasitas petani, DPKP akan mengikutsertakan mereka dalam berbagai pelatihan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terkait teknik budidaya tembakau yang tepat dan berorientasi pada mutu. “Kami juga bakal mengikutsertakan petani pada pelatihan-pelatihan pertembakauan,” jelasnya.
Selain itu, DPKP Bondowoso juga menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), baik untuk kebutuhan pra maupun pasca panen. “Sebagai solusi, kami menyalurkan alsintan pra dan pasca panen,” tegas Hendri.
Dengan berbagai langkah strategis yang disiapkan pemerintah daerah, Hendri berharap akan ada peningkatan signifikan dalam kualitas tembakau yang dihasilkan petani di Bondowoso, serta mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. [awi/suf]






