Pasuruan (beritajatim.com) – Kerja cepat tim gabungan dari Polres Pasuruan Kota dan Polda Jawa Timur membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari sembilan jam, aparat berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku penculikan terhadap seorang santri Pondok Pesantren Metal, Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Korban, Muhammad Sulaiman (18), santri asal Rejoso Lor, diculik pada Senin malam (21/4/2025) sekitar pukul 19.30 WIB saat sedang berbelanja kebutuhan pesantren. Saat hendak kembali ke pondok, ia disergap oleh tiga orang tidak dikenal dan dipaksa masuk ke dalam mobil.
Laporan cepat dari pihak pondok membuat kepolisian segera bergerak. Tim gabungan langsung melakukan pelacakan intensif hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
“Pelaku ada tujuh orang, terdiri dari lima pelaku utama penculikan dan dua pemilik rumah yang dijadikan lokasi penyekapan. Mereka kami amankan di Exit Tol Kebo Mas, Gresik,” jelas Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofa, Selasa (22/4/2025).
Selain berhasil menyelamatkan korban, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain tiga pucuk senjata jenis soft gun, handphone milik korban, serta sisa konsumsi narkoba jenis sabu yang ditemukan di lokasi penangkapan.
Choirul menambahkan, seluruh pelaku merupakan residivis kasus narkoba, yang mengindikasikan motif penculikan berkaitan dengan jaringan kriminal.
“Kami masih mendalami motif penculikan ini. Dugaan awal, kasus ini berkaitan dengan aktivitas narkotika para pelaku,” pungkasnya.
Aksi heroik kepolisian ini menuai apresiasi dari pihak pondok pesantren dan masyarakat setempat yang berharap keamanan santri dan pelajar terus menjadi prioritas aparat hukum. [ada/beq]






