Malang (beritajatim.com) – Polres Malang memberikan arahan pada Arema FC untuk menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai kandang sejak Mei 2025 mendatang. Arahan ini sekaligus memupuskan harapan Arema FC pulang lebih cepat di Stadion Kanjuruhan Malang.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyebut arahan Polres Malang tidak lepas dari risk assessment Mabes Polri dan verifikasi LIB. Dalam asessment itu terdapat poin simulasi pengamanan dan penandatanganan MOU dengan Pemkab Malang sebelum stadion bisa digunakan.
“Kami akan bersinergi dengan pihak terkait untuk melengkapi rekomendasi kepolisian di antaranya, Perlunya digelar simulasi pengamanan sesuai Perpol No. 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Pertandingan Olahraga,” ujar Yusrinal.
Kedua koordinasi dengan instansi terkait utamanya dengan Tim Medis, Damkar, dan dinas lainnya untuk menyiapkan sarana prasarana pendukung. Serta Assessment pelaksanaan pertandingan guna memastikan kesiapan personel dan infrastruktur.
“Kami siap memenuhi rekomendasi pihak kepolisian sesuai lingkup kebutuhan dan kewenangan klub, termasuk menjalankan SOP pengamanan yang ketat. Ini penting untuk keamanan kenyamanan penonton dan kelancaran laga,” ujar Yusrinal.
Imbas dari rekomendasi ini. Sebagai konsekuensi Arema FC terpaksa memindahkan dua laga kandang bertitel Derby Jawa Timur ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Masing-masing melawan Madura United pada 24 April 2025 dan Persebaya pada 28 April 2025.
“Mohon doa dan dukungan semua pihak juga Aremania agar di Bali kita bisa lancar memetik kemenangan,” ujar Yusrinal.
Yusrinal menuturkan, dengan beberapa upaya pemenuhan kelengkapan yang disyaratkan Polres Malang, Arema FC targetkan bakal kembali bermain di kandang sendiri pada Mei 2025.
“ Mohon doa dukungan semua pihak agar Mei kita kembali ke Kanjuruhan Malang,” ujar Yusrinal. (luc/ian)






