Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meski memiliki anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) besar, namun secara pembangunan infrastruktur belum menyentuh pada wilayah kesenian. Terbukti kabupaten yang kaya dari hasil migasnya tersebut belum memiliki gedung kesenian.
Rencana pembangunan gedung kesenian ini sudah pernah digagas pada 2018 lalu, namun hingga saat ini belum terealisasi.
Salah seorang seniman di Kabupaten Bojonegoro asal Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro, Suyanto mengatakan, jika adanya gedung kesenian itu sangat penting. Terutama untuk mendukung kreatifitas masyarakat dalam berekspresi melalui seni.
Pembangunan gedung kesenian ini, menurut pria yang juga memiliki sanggar Abdi Dalem Sugihwaras tak ubahnya seperti pembangunan Gedung Olahraga (GOR). Sesuai dengan data Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) sarana prasarana olahraga itu sudah berdiri 11 GOR yang menyebar di Kabupaten Bojonegoro.
“Bojonegoro saat ini sudah memiliki banyak GOR. Berskala kabupaten maupun kecamatan. Sementara, gedung kesenian tidak ada,” katanya.
Pembangunan gedung kesenian itu, lanjut Yanto Munyuk, sapaan karibnya, selain mewadahi pembinaan, latihan dan pertunjukan seni, juga akan mengungkit pertumbuhan ekonomi usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Ketika ada pertunjukan seni, UMKM pasti merapat ke gedung kesenian. Ekonomi berputar di situ,” jelasnya.
Dia berharap, Pemkab Bojonegoro bisa merealisasikan pembangunan gedung kesenian. Sekaligus bukti bahwa Pemkab Bojonegoro peduli terhadap seni dan budaya. “Bukti Bojonegoro memenuhi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, saat ini pembangunan gedung kesenian itu masih dikonsep. Secara umum, gedung kesenian itu dikonsep bertajuk Taman Budaya. Namun, belum dijelas lebih detail seperti apa. “Saat ini masih dikonsep,” ujarnya.
ASN yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro itu melanjutkan, pihaknya punya konsep lain perihal pemenuhan sarana kesenian jangka waktu dekat ini.
“Yakni berkolaborasi dengan GOR. Kegiatan seni-budaya ikut di GOR,” ungkapnya.
Konsep itu, jelas dia, seperti di GOR Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro yang dibranding dengan sebutan Dolok Cozy Space. “Konsep itu yang mungkin bisa terealisasi dalam waktu dekat ini,” pungkasnya. [lus/aje]






