Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mengatakan, upaya mengaktifkan penerbangan komersial di Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sedang dipercepat.
“Bandara sedang kita kebut. Kami sudah bersurat dengan Kementerian Perhubungan. Mudah-mudahan 2025 atau maksimal 2026, bandara kita sudah aktif dengan penerbangan Jember-Bali atau Jember-Jakarta,” kata Fawait, Selasa (15/4/2025).
Pemerintah Kabupaten Jember telah berkomunikasi dengan PT Angkasapura sebagai badan usaha milik negara yang mengelola bandara seluruh Indonesia dan PT Perkebunan Nusantara I.
“Bahkan untuk menyelesaikan masalah aset, sudah ada solusi B to B (Business to Business) antara Angkasapura dengan PTPN,” kata Fawait.
Keberadaan bandara ini sempat disinggung Megawati Hangestri Pertiwi, atlet bola voli internasional asal Kabupaten Jember, saat dijamu Fawait di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (15/4/2025).
Megawati berharap penerbangan komersial di Bandara Norohadinegoro di Jember bisa beroperasi kembali. “Siapa tahu bandaranya hidup, biar saya dari Jakarta bisa langsung, tidak naik kereta lagi,” katanya tersenyum.
Bandara Notohadinegoro dibangun pada masa pemerintahan Bupati Samsul Hadi Siswoyo dan mulai beroperasi pada 2024. Namun sejak saat itu, penerbangan komersial di bandara ini terhitung jarang dan tidak stabil.
Sejumlah maskapai penerbangan sempat beroperasi antara lain Garuda dan Wings Air. Namun minimnya penumpang membuat mereka mundur teratur. Terakhir Kementerian Perhubungan mengoperasikan penerbangan pesawat perintis rute Sumenep-Jember dan Jember-Sumenep milik maskapai Susi Air pada 10 Januari 2023, yang dihentikan pada 2 Januari 2025. [wir]







12 Komentar
Jangan dipaksakan bila penumpangnya dibawah nilai keekonomian.
Genjot dulu pariwisatanya agar orang mau datang berlibur di Jember. Tempat tempat wisata alam dibenahi air terjun. Peninggalan sejarah contoh loko uap dan PG.semboro peninggalan Belanda yg masih berfungsi dengan baik dan kebun tebunya.
Perkebunan perkebunan dan pengolahan hasil perkebunan peninggalan Belanda dll bisa untuk distinasi wisata.
Suatu saat akan datang touris manca negara untuk wisata.
Baru kita pikir bandaranya
Ide bagus dg rute ini, insy bisa sukses!
Jangan terburu buru bandara Notohadinegoro dibuka perlu sangat matang sekali
Saat itu saya tugas di Medan Sumatera Utara dan sering ke Jember dengan menggunakan pesawat terbang. Pernah rutenya Medan – Surabaya langsung kadang menggunakan maskapai Air Asia atau Lion Air kemudian lanjut dari Surabaya – Jember pernah beberapa kali menggunakan Garuda dengan pesawat jenis bomber buatan Brazil sekitar 70 t.duduk dan Wings Air yang menggunakan pesawat jenis ATR dengan t.duduk sama yaitu 70. Atau dari Medan ke Jakarta dulu kemudian Jakarta-Surabaya baru lanjut ke Jember.Kalau ada wacana rute Jakarta langsung Jember pp sangat bagus. Begitu juga pulang nya dari Jember ke Medan menggunakan pesawat yang sama. Cukup nyaman dari Medan jam 10.00 an aampai aurabaya jam 12.00 lanjut jam 13.00 ke Jember hanya 45 menit terbamg sore sudah nyampe Jember..Saat itu penumpang penuh baik dari Surabaya maaupun sebaliknya dari kota Jember. Kami pernah berangkat di hari2 bukan libur seperti Senin , selasa atau rabu aaat itu penuh..apalagi saat itu pernah bersamaan dengan acara Jember Festifal..penuh!. Sekarang tinggal keseriusan dalam pengelolaan dan promosi yang melibatkan berbagai pihak secara terus menerus dan yang terpenting adalah infrastruktur baik yang menuju ke bandara maupun di dalam bandara termasuk segi kenyamana penumoang menunggu san keamanan, didukung demgan keramahan para oetugaa mulai dari keberangkatan seperti tukang parkir, portir, tiketing dll dilatih untuk tetap ramah ..maka dijamin penumpang akan tertarik..begitu juga saat ke kedatangan..dulu ada taksi atau fibuat angkot atau bus- bus mini rute bandara ke kota mengingat letak bamdara cukup jauh dari kota. Begitu juga Jalan menuju ke bandara saat ini masih sempit perlu diperlebar lagi. Demikian juga tempat2 wisata dibenahi sedemikian rupa yang membuat orang tertarik untuk datang ke Jember. Apalagi jika wacana pembentukan Provinsi baru yaitu Provinsi Blambangan dengan ibukota Kota Jember diseujui..maka klop-lah Bandara di kota Jember ini sudah ready..Semoga angan2 ini betul2 terwujud.Aamiin
Jangan terburu buru bandara Notohadinegoro dibuka perlu sangat matang sekali kajian
Jangan jauh2 dulu….sepanjang jalan gajah mada ke barat arah Mangli jalan SDH lama rusak..dan sekarang semakin parah ..cek depan bank BI…..
Perkembangan terakhir, Jember kalah sama Banyuwangi.
insyaallah ada infestor dalam negeri yang siap untuk pengadaan pesawat dan membangun terminal bandara, dan memperpanjang landasan pacu serta merevitalisasi jalan jalan menuju bandara , hanya belomm ada kesempatan yang tepat untuk bisa ketemu bupati n angkasa pura serta PTPN
insyaallah infestor dalam negeri sudah siap untuk investasi untuk pembangunan terminal bandara, memperpanjang landasan pacu 1 km serta merevitalisasi jalan jalan menuju akses ke bandara, tinggal waktu yg tepat saja untuk duduk bersama dengan bupati, angkasa pura serta PTPN
Jangan terburu buru bandara Notohadinegoro dibuka
Cari solusi rute dan tarif terlebih dahulu….perantau yg banyak dari arah surabaya dan bali….jadi skema tarif di diskon/subsidi dulu dari arah tujuan tersebut…kalau harga ke bali dan surabaya misal 1 juta subsidi dulu menjadi 600-700 ribu…kalau sudah rame penumpang baru di kurangi pelan2 subsidinya….karena kaum perantau mayoritas buruh
Cari solusi rute dan tarif terlebih dahulu….perantau yg banyak dari arah surabaya dan bali….jadi skema tarif di diskon/subsidi dulu dari arah tujuan tersebut…kalau harga ke bali dan surabaya misal 1 juta subsidi dulu menjadi 600-700 ribu…kalau sudah rame penumpang baru di kurangi pelan2 subsidinya….karena kaum perantau mayoritas buruh