Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui efisiensi biaya produksi dan penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat desa.
Salah satunya dengan mendorong pemanfaatan mesin panen combine dan pembentukan koperasi desa Merah Putih sebagaimana program nasional yang dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Bupati Jombang, Warsubi, berharap agar para petani bisa lebih efisien dalam proses panen dan pengolahan hasil pertanian dengan dukungan alat mesin pertanian (alsintan) modern.
“Jika di tiap desa sudah terbentuk koperasi desa Merah Putih sesuai dengan program yang dicetuskan Presiden Republik Indonesia, masing-masing koperasi bisa memiliki mesin panen combine,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa koperasi Merah Putih tidak hanya akan memfasilitasi alat pertanian, tetapi juga akan membantu petani dalam aspek hulu hingga hilir. Mulai dari pengadaan pupuk, penyerapan gabah, hingga pengelolaan tempat penyimpanan hasil panen di masing-masing desa.
“Keberadaan Koperasi desa Merah Putih semoga bisa memotong rantai pasok bahan baku dan sembako. Bisa memotong middleman atau tengkulak-tengkulak,” tambahnya.
Langkah ini selaras dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat menghadiri panen raya serentak di 14 provinsi, Senin (7/4/2025). Pihaknya, tahun ini akan membuka 80 ribu koperasi. Setiap daerah diminta untuk membuat koperasi daerah yang masuk dalam jaringan koperasi nasional.
Setiap desa mendapatkan bantuan kredit. Setiap desa akan punya gudang, tiap desa akan punya kamar pendingin untuk menyimpan hasil panen. Dan setiap koperasi akan kita beri kredit untuk punya truk masing-masing dua unit.
“Sehingga nanti petani desa akan diuntungkan karena tidak akan ada hasil panen yang tidak sampai ke pasar. Distribusi pupuk bisa langsung diambil ke gapoktan-gapoktan. Dan tidak boleh lagi ada terlalu banyak tengkulak. Kita akan bahagia kalau rakyat kita senyum. Kita akan bahagia kalau petani kita Makmur,” kata Prabowo melalui daring.
Sebagai langkah konkret dalam mendukung petani, Pemkab Jombang juga menggandeng Perum Bulog untuk menyerap gabah hasil panen dengan harga yang sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk tahun 2025, HPP gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 2 Tahun 2025.
“Jadi untuk petani-petani kecil, nanti penyalurannya bisa melalui Kelompok Tani (Poktan) yang ada di desa. Sehingga Bulog bisa menyerap langsung dengan bekerjasama dengan Poktan ini. Jadi petani panen 2 ton atau 3 ton, bisa diserap langsung oleh Bulog,” ungkap Warsubi usai panen raya di Plosogeneng Jombang, Senin (7/4/2025).
Namun, ia juga menyadari masih banyak petani yang terpaksa menjual hasil panennya ke tengkulak karena berbagai keterbatasan. Akibatnya, harga yang diterima petani sering kali berada di bawah HPP.
“Ya memang tengkulak ini kan mencari untung juga, sehingga pembeliannya biasanya di bawah HPP. Sehingga harapan kami, dengan kerjasama antara Bulog dan kelompok tani, pembelian gabah di petani bisa sesuai HPP atau paling tidak mendekati,” jelasnya.
Kebijakan ini disambut baik oleh para petani di Jombang. Salah satunya Nandir (59), warga Desa Plosogeneng. Dengan HPP yang naik menjadi Rp 6.500 per kilogram, ia mengaku optimis petani bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tentu (petani) sangat senang. Tahun kemarin saat HPP 5.500 saja, petani sudah untung hampir 3 juta per 100 Ru (1.400 meter persegi) nya. Tahun ini kalau 6.500 ya bisa nambah 1 juta untungnya,” ujar Nandir.
Menurutnya, biaya tanam padi hingga panen saat ini rata-rata mencapai Rp 2,7 juta per 100 Ru, termasuk biaya sewa mesin panen combine. Dengan hasil panen sekitar 1 hingga 1,2 ton per 100 Ru, petani bisa meraup keuntungan signifikan.
“Sebanyak Rp2,7 juta itu sudah termasuk biaya combine (mesin panen). Rata-rata petani panen itu 1 ton, ada yang lebih per 100 Ru. Kalau sawah saya belum panen, tapi insya Allah tidak jauh beda dengan sebelumnya,” imbuhnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, kelompok tani, dan koperasi desa Merah Putih, harapan untuk mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Jombang semakin terbuka lebar. [suf]






