Pasuruan (beritajatim.com) – Tak ingin mengulangi kejadian tahun lalu, di mana banjir menggenangi rumah warga saat H-1 Idulfitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan kini lebih mengintensifkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo, menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD untuk bersiaga menghadapi potensi banjir.
Pasalnya, Kabupaten Pasuruan memiliki beberapa titik yang kerap dilanda banjir. Beberapa di antaranya adalah ruas jalan Pantura di Kecamatan Kraton yang berbatasan dengan Kota Pasuruan. Selain itu, daerah timur Pasuruan seperti Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Winongan juga menjadi langganan genangan air saat hujan deras.
“Ya kami gak mau kejadian seperti tahun kemarin terulang lagi, jalur pantura sempat tersendat karena banjir, kasihan para pemudik. Jadi kami tugaskan BPBD untuk siaga,” jelas Rusdi, Sabtu (29/3/2025).
Selain meningkatkan kesiapsiagaan BPBD, Pemkab Pasuruan juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas jika debit air tak bisa dibendung. Arus kendaraan yang melintas di jalur Pantura akan dialihkan ke jalur alternatif yang bebas genangan untuk menghindari kemacetan.
Tak hanya fokus pada mitigasi banjir, Rusdi juga telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasuruan untuk menjaga keamanan di tempat-tempat ramai. Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan wisata seperti Alun-alun Bangil dan kawasan Tretes.
“Untuk tempat wisata kami juga sudah berkoordinasi dengan polisi dan TNI untuk melakukan pengawasan di beberapa titik keramaian. Jadi mari kita semua berdoa agar menjelang Idul Fitri ini kita semua dijauhkan dari bencana,” tutupnya. [ada/beq]






