Sidoarjo (beritajatim.com) – Sektor UMKM mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi kabupaten Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten berpenduduk sekitar 2 juta jiwa ini, menjadi daerah yang semakin maju dan kompetitif.
”Pemkab Sidoarjo konsisten mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat,” kata Bupati Sidoarjo Subandi yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Sidoarjo itu, saat ditemui usai pimpin rapat OPD, (27/3) di kantor Bupati Sidoarjo.
Secara topografi, Sidoarjo memiliki letak yang sangat strategis. Dekat dengan Kota Surabaya, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur.
Sidoarjo juga memiliki akses pendukung kuat aktivitas ekonomi. Ada Bandara Internasional Juanda serta akses jalan tol penghubung antar kota dan antar provinsi. Terhubung dengan Pelabuhan Laut Tanjung Perak.
Keunggulan geografis itu dimanfaatkan dengan baik dan terarah. Bupati Subandi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Berdasarkan data statistik BPS Sidoarjo, angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo 5.54 persen. Angka ini melebihi dari capaian nasional sebesar 5.03, dan capaian Jawa Timur sebesar 4,93.
Di Sidoarjo, sektor UMKM ini, sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Sidoarjo memiliki banyak komoditas unggulan yang dikembangkan oleh pelaku ekonomi kreatif. Mulai produk kuliner, kerajinan tangan, hingga industri berbasis teknologi.
”Agar mendorong UMKM berhasil naik kelas, kami mendukung dengan berbagai kebijakan strategis, ” kata Bupati Subandi yang juga berprofesi sebagai pengusaha.
Kebijakan yang telah diterapkan adalah kemudahan perizinan usaha. Untuk mempercepat legalisasi usaha, Pemkab Sidoarjo membuka layanan perizinan yang lebih mudah dan cepat, didampingi langsung oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP).
Layanan itu sampai di tingkat kecamatan agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan izin usaha resmi.
Selain itu juga adanya, akses permodalan melalui kredit usaha rakyat daerah (KURDA). Pemkab Sidoarjo menyediakan dana bergulir melalui KURDA yang memungkinkan UMKM mendapatkan modal usaha dengan mudah. Bunga pinjaman rendah dan ringan.
Program KURDA memang dirancang untuk mendukung pelaku usaha agar mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani oleh kesulitan finansial.
Target prioritas program kerja Bupati Sidoarjo adalah 20.000 UMKM naik kelas. Kebijakan untuk memudahkan perizinan dan permodalan itu terbukti berhasil mendorong 17.979 UMKM naik kelas hingga akhir 2024. Dalam arti, UMKM tersebut telah berhasil mencapai level yang lebih stabil dan mandiri.
Menilik dari targetnya, masih ada sekitar lebih dari 2.000 UMKM yang masih dalam proses peningkatan. Pemerintah akan terus mengupayakan berbagai inisiatif hingga tahun 2026 agar target UMKM naik kelas dapat terpenuhi. Perekonomian masyarakat terus meningkat.
Bupati Subandi berharap, program UMKM naik kelas mampu mendorong UMKM semakin kokoh dan mandiri. Lapangan pekerjaan semakin mudah. Daya beli masyarakat meningkat. Masyarakat Sidoarjo pun semakin sejahtera.
”Keberhasilan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” tegasnya.
Kepemimpinan Bupati Subandi sangat visioner. Kebijakan Pemkab Sidoarjo berorientasi kuat pada penguatan sektor ekonomi. Bupati Subandi telah membuktikan bahwa Sidoarjo adalah daerah yang siap menghadapi tantangan ekonomi global dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. (ted)






