Surabaya (beritajatim.com) – Persiapan keberangkatan jemaah haji Indonesia 2025 terus berjalan. Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H yang telah diterbitkan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025.
Informasi tersebut dilansir Beritajatim.com dari laman resmi Kemenag RI. Sehari setelahnya, yakni pada 2 Mei 2025, proses pemberangkatan ke Tanah Suci akan dimulai secara bertahap dari embarkasi masing-masing.
Proses Pelunasan dan Persiapan Dokumen
Hingga sebelum libur Idulfitri, sebanyak 95% jemaah haji reguler telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1446 H/2025 M. Dari 203.320 kuota haji reguler, 192.427 jemaah telah menyelesaikan pelunasan hingga 27 Maret 2025.
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhammad Zain, mengimbau jemaah yang belum melunasi agar segera menyelesaikan pembayaran sebelum batas akhir.
“Kami harap sisa waktu pelunasan setelah Lebaran bisa dioptimalkan oleh jemaah untuk melunasi biaya haji regulernya,” ujarnya, dikutip Beritajatim.com dari laman resmi Kemenag RI, Jumat (28/3/2025).
Pelunasan tahap II yang sebelumnya sempat dihentikan selama libur Idulfitri akan dibuka kembali pada 8 hingga 17 April 2025.
Selain pelunasan, pengurusan dokumen jemaah juga menjadi prioritas. Saat ini, Direktorat Layanan Haji Dalam Negeri sedang memproses dokumen yang dibutuhkan untuk penerbitan visa haji melalui e-Hajj.
“Dokumen jemaah secara bertahap sudah kita proses. Sehingga, jika proses penerbitan visa melalui e-Hajj sudah dibuka, maka kita sudah bisa langsung memprosesnya,” lanjut Muhammad Zain.
Keberangkatan ke Tanah Suci Dimulai 2 Mei 2025
Setelah masuk asrama haji pada 1 Mei 2025, pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci akan dimulai pada 2 Mei 2025. Keberangkatan dilakukan secara bertahap dari embarkasi masing-masing.
Jemaah diimbau untuk mempersiapkan dokumen perjalanan, kesehatan fisik, serta perlengkapan ibadah agar dapat menjalani perjalanan haji dengan lancar.
Dengan semakin dekatnya jadwal keberangkatan, jemaah diminta untuk memastikan bahwa semua persyaratan administratif dan kesehatan telah dipenuhi agar tidak ada kendala saat proses embarkasi dan perjalanan ke Arab Saudi. [ian]






