Jombang (beritajatim.com) – Langit Jombang mendung saat kabar duka itu menyebar. H. Suyanto, mantan Bupati Jombang dua periode (2003-2013), telah berpulang pada Jumat, 21 Maret 2025 siang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Jombang yang mengenangnya sebagai pemimpin yang bersahaja.
Pada saat kabar duka tersebut diterima, Bupati Jombang saat ini, Warsubi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo sedang menghadiri undangan dari Menteri Sosial Gus Ipul, dan Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, di Jakarta.
Mendengar berita duka tersebut, Bupati Warsubi, yang akrab disapa Abah Warsubi, segera bertolak dari Jakarta menuju Jombang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Di antara mereka yang merasa kehilangan adalah Bupati Jombang saat ini, Warsubi, atau yang akrab disapa Abah Bupati. Sabtu pagi, 22 Maret 2025, ia datang ke rumah duka di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng. Wajahnya tampak sendu, langkahnya pelan, seolah tak ingin benar-benar mempercayai kenyataan bahwa sosok yang dihormatinya kini telah tiada.
“Beliau adalah teladan bagi kami semua. Jasa-jasanya akan selalu kami kenang dan menjadi inspirasi dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Jombang,” tutur Abah Warsubi dengan suara bergetar.
Bagi Abah Warsubi, Suyanto bukan sekadar pendahulu, melainkan guru yang mengajarkan banyak hal tentang kepemimpinan. “Beliau ini baik sekali. Kami semua mengenal beliau. Semua masyarakat Jombang kehilangan sosoknya. Kami menyaksikan sendiri bagaimana beliau mengabdi untuk daerah ini dengan sepenuh hati,” kenangnya.
Di tengah isak haru, Warsubi memanjatkan doa bagi almarhum. “Semoga beliau senantiasa dirahmati Allah SWT, diterima amal baiknya, diampuni segala khilafnya. Dan saya yakin, Insya Allah beliau husnul khotimah.”
Suyanto dan Warisan Kepemimpinan yang Abadi
Nama Suyanto akan selalu dikenang oleh masyarakat Jombang. Lahir pada 5 Januari 1962, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk membangun dan memajukan Kota Santri. Di bawah kepemimpinannya, Jombang mengalami perubahan signifikan, terutama dalam sektor infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah saat ia dianugerahi Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Pemerintah Pusat, yang diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada 13 Agustus 2013. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas usahanya dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, khususnya di bidang koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) di Jombang.
Tak hanya itu, pada 2008, Majalah Tempo memasukkan Suyanto dalam daftar 10 bupati/wali kota terbaik di Indonesia. Namanya sejajar dengan tokoh-tokoh besar seperti Djarot Saiful Hidayat (Wali Kota Blitar) dan Joko Widodo (Wali Kota Solo). Keberhasilannya membangun Jombang dengan semangat kerja keras dan keberpihakan pada rakyat kecil menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Kini, meski raga Suyanto telah tiada, jejak perjuangannya tetap hidup. Setiap jalan yang dibangun, setiap program yang dijalankan, dan setiap kehidupan yang tersentuh kebijakannya adalah bukti bahwa pemimpin yang baik tak pernah benar-benar pergi. [suf]






